Eks Menteri Jokowi Masuk Bursa Calon Wali Kota Surabaya

CNN Indonesia | Rabu, 13/11/2019 09:00 WIB
Eks Menteri Jokowi Masuk Bursa Calon Wali Kota Surabaya Hanif Dhakiri. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Surabaya, CNN Indonesia -- DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur membuka kemungkinan untuk mengusung mantan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri sebagai bakal calon wali kota Surabaya pada Pilwalkot 2020.

Wakil Ketua DPW PKB Jatim, Anik Maslachah mengatakan Hanif termasuk kader terbaik partainya.

"Ya bisa jadi Pak Hanif Dhakiri, karena beliau kader potensial mantan menteri tenaga kerja, kapasitas beliau kalau wali kota begitu sangat memenuhi persyaratan," kata Anik di kantor PWNU Jatim, Surabaya, Selasa (12/11).


Kendati demikian, Anik mengatakan PKB masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut. Dengan kata lain, masih belum pasti mengusung Hanif Dhakiri.

Anik mengatakan bahwa PKB memiliki banyak kader lain yang juga potensial dan berpeluang untuk diusung sebagai bakal calon wali kota Surabaya. Namun, Anik enggan menyebutkan satu per satu kader potensial yang dimaksud.

"Yang pasti kita akan mengajukan kader terbaik kita. Tetapi karena masih lama waktunya, kita mencari terus mencari kader terbaik. Banyak kader yang ada di PKB, salah satunya Pak Hanif Dhakiri. Bukan satu-satunya," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Pembahasan soal siapa kader yang bakal diusung, kata Anik, akan ditentukan melalui pembahasan internal partai, survei, serta tingkat elektabilitas tokoh yang bersangkutan.

"Semua ini akan kita godok bersama, mana yang terbaik, hasil survei, elektabilitasnya mana yang tertinggi kapasitasnya, mana yang paling mumpuni, itu yang akan diusung nanti, yang pasti PKB tidak kekurangan stok," kata Anik.

Surabaya termasuk daerah yang akan menggelar pemilihan kepala daerah pada 2020 mendatang. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tidak bisa kembali maju karena sudah menjabat 2 periode.

Selain Surabaya, ada 269 daerah lain yang juga bakal menggelar pilkada pada 2020. Nantinya, pilkada 2020 akan dihelat serentak. Sama seperti pilkada-pilkada sebelumnya.
(frd/bmw)