Pelaku Bom Medan Disebut Incar Polisi yang Selesai Apel Pagi

CNN Indonesia | Rabu, 13/11/2019 12:31 WIB
Pelaku Bom Medan Disebut Incar Polisi yang Selesai Apel Pagi Pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan mengincar anggota polisi yang baru selesai apel pagi (ALBERT DAMANIK / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan mengincar anggota polisi yang baru selesai apel pagi. Akibatnya 4 anggota polisi, 1 pegawai, dan 1 warga sipil luka ringan.

Tatan menjelaskan bahwa pelaku datang ke Mapolrestabes Medan sekitar pukul 08.20 WIB, Rabu pagi (13/11). Pelaku memakai jaket dan penutup kepala atau sebo.

Petugas yang berjaga lalu memintanya melepaskan jaket dan penutup kepala tersebut. Pelaku tidak keberatan.


Setelah itu, pelaku menuju gedung yang melayani pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Dia sempat berbaur bersama warga yang mengantre pembuatan SKCK.

Kemudian, setelah melihat ada beberapa polisi baru selesai bubar apel pagi, pelaku langsung menghampiri. Saat itulah bom meledak, yakni sekitar pukul 08.45 WIB.

"Mengarah ke anggota yang sudah bubar apel. Habis itulah bom itu meledak," tutur Tatan saat wawancara bersama CNN Indonesia TV, Rabu (13/11).

Terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan ledakan bom bunuh diri itu mengakibatkan 6 orang terluka ringan. Dari 6 orang itu, 4 merupakan anggota polisi, 1 pegawai, 1 warga sipil.

"Mengakibatkan 6 luka, 4 anggota polri 1 phl, 1 masyarakat. Sedangkan kerusakan ada 4 kendaraan 3 milik dinas 1 pribadi. Saat ini Densus 88 dan Inafis, labfor melakukan olah TKP untuk memastikan identitas pelaku," ucap Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/11).

Anggota polisi dan warga yang berada dekat di lokasi kejadian lantas membubarkan diri. Mereka berlarian ke area yang dianggap aman.

Dedi mengatakan saat ini kepolisian masih menyelidiki semua hal yang berkaitan dengan ledakan bom bunuh diri. Identitas pelaku masih belum diketahui.

"Kemudian apakah pelaku jaringan JAD (Jamaah Ansharut Daulah) atau lonewolf, semua masih berproses," ucapnya.

Jenis bom yang digunakan juga masih belum bisa dipastikan. Dedi mengatakan semua partikel yang tersisa di tempat kejadian perkara tengah diselidiki tim Inafis, Puslabfor dan Densus 88.

"Partikel juga untuk mengetahui jenis bom apa high atau low explosive dan senyawa-senyawa yang digunakan merakit bom," kata Dedi.


[Gambas:Video CNN] (bmw)