Dia meminta jajaran penegak hukum agar lebih dahulu mengingatkan para kepala daerah jika ada indikasi masalah di awal pelaksanaan proyek. Hal itu dinilai perlu karena kepala daerah tidak selalu bisa mengontrol seluruh mata anggaran, termasuk di Jakarta yang memiliki 57 ribu mata anggaran.
"Enggak mungkin kontrol segitu banyak kegiatan. Gubernur, bupati, wali kota diingatkan awal-awal sebelum dia bekerja melaksanakan program itu," ujar Jokowi dalam sambutan Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda 2019 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jelas-jelas itu sudah keliru sejak awal, diingatkan dong. Jangan ditunggu, ngerti keliru, ditunggu sampai terus dikerjakan. Setelah rampung, baru ditebas. Enggak bisa seperti ini," cetusnya.
"Kalau tidak ada mens rea, tidak ada niat jahatnya, ya jangan dicari cari dong [tindak pidananya]. Yang namanya orang, namanya pekerjaan banyak sekali," tuturnya.
Lebih lanjut, Jokowi juga meminta para kepala daerah, baik itu gubernur, bupati dan wali kota untuk membangun komunikasi yang baik dengan para penegak hukum. Dari mulai kepolisian, jaksa, hingga hakim di wilayahnya masing-masing.
"Kalau ada salah satu dari tadi yang saya sebut tidak rukun, satu saja akan menjadi masalah besar dalam setiap menangani problem-problem yang ada di daerah," tuturnya.
RAPBD DKI Jakarta menjadi sorotan publik lantaran ada mata anggaran yang ganjil. Misalnya dalam KUA-PPAS 2020, ada rencana anggaran pengadaan lem aibon dengan nominal Rp82,8 miliar di Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat.
[Gambas:Video CNN]
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan bahwa rencana-rencana anggaran ganjil belum bersifat final. Masih akan dibahas dengan DPRD dan akan ada revisi.
Anies juga menjelaskan bahwa anggaran-anggaran ganjil itu adalah akibat dari dua faktor, yakni petugas peng-input data yang tidak tertib, serta sistem e-budgeting yang masih belum sempurna.
Sejumlah pihak di DPRD DKI pun menilai kisruh anggaran yang diunggap PSI itu terlalu dini karena masih dalam proses pengusulan anggaran.
(fra/bmw)