Nadiem Koordinasikan Data Penerima KIP dan PKH dengan Mensos

CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 02:58 WIB
Nadiem Koordinasikan Data Penerima KIP dan PKH dengan Mensos Mendikbud Nadiem Makarim. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim melakukan koordinasi data penerimaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara.

"Kita tukar menukar informasi mengenai program di masing-masing kementerian apa yang menjadi program utama di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, begitu juga apa yang menjadi program utama di Kementerian Sosial yang tentunya mengikuti prinsip dari presiden bahwa kabinet Indonesia Maju ini adalah kerja tim," kata Juliari usai menerima Nadiem di Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (14/11).

Juliari mengungkapkan bersama Nadiem keduanya menemukan banyak ketidakcocokan data penerima PKH dan KIP yang dipegang dua kementerian tersebut. Misalnya kata Juliari, penerima bantuan PKH justru masih ada yang anaknya tak menerima KIP, padahal sudah masuk usia sekolah.


"Kan ada berbagai macam sinkronisasi data. Masalah data kita banyak bicara misalnya kita punya data terpadu dimana yang contohnya penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) ternyata belum 100 persen menerima KIP, itu salah satu contoh," kata Juliari.

Oleh karena itu, saat ini baik Juliari dan Nadiem telah menugaskan perwakilan dari jajaran masing-masing untuk menyinkronkan data dalam kurun waktu paling lambat dua pekan. Juliari mengatakan sinkronisasi data tersebut harus dilakukan agar penerima bantuan dari dua lembaga kementerian ini bisa tepat sasaran dan sesuai dengan target yang diinginkan pemerintah.

Nadiem Koordinasikan Data Penerima KIP dengan MensosMenteri Sosial Juliari P Batubara. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)

Nadiem mengatakan kolaborasi antarkementerian adalah suatu keharusan agar setiap permasalahan bisa diselesaikan dengan cepat.

Dia juga memastikan akan kembali menggelar pertemuan dengan Juliari untuk menindaklanjuti program-program yang memang saling beririsan antara Kemensos dan Kemendikbud.

"Termasuk data yang akan sangat penting lagi integritasnya. Berarti dari situlah ini bukan hanya sekali ketemu tapi kita akan ingin secara berkala kita ketemu," ujar Nadiem.

[Gambas:Video CNN]
PKH adalah program di Kemensos untuk menanggulangi kemiskinan melalui pemberian bantuan tunai kepada keluarga sangat miskin berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Sementara itu, KIP merupakan program Kemendikbud untuk bantuan pendidikan bagi para pelajar yang memenuhi syarat dalam menerima bantuan dari pemerintah.

(tst/kid)