"Saya akan selalu mendukung apa arahan Presiden, sama apa yang Pak Menag (Fachrul Razi) ingin lakukan," kata Nadiem di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/11).
Namun, Nadiem belum mau bicara banyak soal rencana kementerian yang kini dipimpin Fachrul Razi itu. Pendiri Gojek itu mengaku belum sempat berdiskusi dengan Fachrul terkait rencana perombakan buku pelajaran agama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Khilafah itu kan bisa disalahpahami oleh anak-anak kita, oleh guru-guru kita juga bisa salah paham kalau tidak dijelaskan secara baik. Khilafah itu kan pernah ada dalam sejarah Islam sampai runtuhnya Turki Usmani kan, pada tahun 1923," kata Amin saat ditemui di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Senin (11/11).
Selain itu, konten yang akan diulas kembali berkaitan dengan ajaran yang berpotensi memicu pertentangan di masyarakat. Misalnya, soal tahlilan yang sering dimaknai berbeda di antara kelompok mazhab.
"Jadi upaya kita dalam penulisan buku ini tidak hanya yang kontennya berpotensi radikal, tapi juga konten-konten yang berpotensi menimbulkan perpecahan di antara umat Islam," ucap dia.
Amin berkata perombakan bakal selesai pada Desember 2019 dan akan disahkan Menteri Agama Fachrul Razi. Setelah itu, buku-buku baru akan mulai dipakai untuk pelajaran agama Islam, baik di sekolah agama seperti madrasah di bawah Kemenag maupun sekolah umum di bawah Kemendikbud. (fra/ain)