Peringatan Tsunami di Maluku Utara dan Sulawesi Utara Selesai

CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 02:43 WIB
Peringatan Tsunami di Maluku Utara dan Sulawesi Utara Selesai Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/Petrovich9)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa bumi bermagnitudo 7,1 di Jailolo, Maluku Utara yang terjadi Kamis (14/11) pukul 23.17 WIB, telah berakhir pada pukul 01.45 WIB.

BMKG menyatakan gempa bumi itu akibat adanya penyesaran (pergeseran) dalam Lempeng Laut Maluku.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Ini akibat adanya deformasi atau penyesaran dalam lempeng Laut Maluku," kata Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (15/11), seperti dilansir Antara.


Ia menjelaskan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault).


Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1.63 LU dan 126.4 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 134 km arah Barat Laut Kota Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara pada kedalaman 73 kilometer.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Bitung dan Manado IV-V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Gorontalo dan Ternate III-IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), di Buol II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Gempa susulan

Gempa magnitudo 5,9 kembali mengguncang wilayah Jailolo, Maluku Utara pada Jumat dinihari sekitar pukul 01.45 WIB. Berdasarkan keterangan (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.


Lokasi gempa berada di 1.49 LU, 126.40 BT (127 kilometer Barat Laut Jailolo, Malut) dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG mencatat sebanyak sembilan kali gempa susulan pascagempa utama magnitudo 7,1. (Antara/ayp)