Hal itu dilakukan dalam upacara pengukuhan di Mapolda Sulteng di Palu, Sulteng, Jumat (15/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Idham, yang menjabat Kapolda Sulteng periode 2014-2016 itu, mengatakan kenaikan tipe Polda Sulteng ini tentu akan berimplikasi pada perubahan struktur organisasi dan pejabat.
Dalam waktu dekat ini, lanjutnya, Kapolda Sulteng Brigjen Lukman Wahyu Hariyanto akan naik pangkat menjadi jenderal bintang dua (Inspektur Jenderal). Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah pun akan dijabat jenderal bintang satu, yakni Brigjen Nurwindiyanto.
Kapolri menambahkan tipe Polda Sulteng akan menjadi memotivasi bagi jajaran Polri di Sulteng untuk meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, komitmen dan integritas.
"Sebagian besar pimpinan Polri lahir dari Polda Sulteng. Ini menjadi motivasi bahwa dimanapun bekerja, apabila memberikan yang terbaik, akan dipilih oleh Tuhan dan organisasi," katanya.
Diketahui, pembagian tipe Polda salah satunya didasarkan oleh potensi kerawanan di wilayah terkait. Sulteng sendiri sejak lama menjadi wilayah operasi kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Saat dipimpin oleh Santoso, kelompok ini bergerilya dan melakukan teror di kawasan Gunung Biru, Poso.
Polisi bersama TNI pun menggelar Operasi Tinombala berjilid-jilid di wilayah ini. Setelah Santoso tewas, sisa kelompok ini tetap bergerak di bawah Ali Kalora.
(antara/arh)