Kapolri Naikkan Polda Sulteng Jadi Tipe A

CNN Indonesia | Sabtu, 16/11/2019 04:00 WIB
Kapolri Naikkan Polda Sulteng Jadi Tipe A Kapolri Idham Azis meningkatkan status Polda Sulteng menjadi Tipe A. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolri Jenderal Idham Azis menaikkan status Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi Tipe A. Ia berharap peningkatan itu menjadikan motivasi kerja anak buahnya meningkat.

Hal itu dilakukan dalam upacara pengukuhan di Mapolda Sulteng di Palu, Sulteng, Jumat (15/11).

Pengukuhan peningkatan tipe ini berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor : Kep/1965/X/2019 tanggal 14 Oktober 2019 tentang perubahan tipe Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah dari B menjadi Kepolisian Daerah tipe A.


"Patut kita naikkan syukur kepada Allah SWT atas kenaikan tipe Polda Sulawesi Tengah dari B menjadi tipe A," kata Idham dalam sambutannya.

Idham, yang menjabat Kapolda Sulteng periode 2014-2016 itu, mengatakan kenaikan tipe Polda Sulteng ini tentu akan berimplikasi pada perubahan struktur organisasi dan pejabat.

[Gambas:Video CNN]
Dalam waktu dekat ini, lanjutnya, Kapolda Sulteng Brigjen Lukman Wahyu Hariyanto akan naik pangkat menjadi jenderal bintang dua (Inspektur Jenderal). Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah pun akan dijabat jenderal bintang satu, yakni Brigjen Nurwindiyanto.

Kapolri menambahkan tipe Polda Sulteng akan menjadi memotivasi bagi jajaran Polri di Sulteng untuk meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, komitmen dan integritas.

"Sebagian besar pimpinan Polri lahir dari Polda Sulteng. Ini menjadi motivasi bahwa dimanapun bekerja, apabila memberikan yang terbaik, akan dipilih oleh Tuhan dan organisasi," katanya.

Pengukuhan kenaikan tipe Polda Sulteng ditandai dengan penyerahan Pataka Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah 'Wira Dharma Brata' oleh Kapolri kepada Kapolda Sulteng Brigjen Pol. Lukman Wahyu Hariyanto. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah perwira tinggi Polri, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola.

Diketahui, pembagian tipe Polda salah satunya didasarkan oleh potensi kerawanan di wilayah terkait. Sulteng sendiri sejak lama menjadi wilayah operasi kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Saat dipimpin oleh Santoso, kelompok ini bergerilya dan melakukan teror di kawasan Gunung Biru, Poso.

Polisi bersama TNI pun menggelar Operasi Tinombala berjilid-jilid di wilayah ini. Setelah Santoso tewas, sisa kelompok ini tetap bergerak di bawah Ali Kalora.

(Antara/arh)