Polda Jateng Antisipasi Provokasi Jelang HUT OPM 1 Desember

CNN Indonesia | Sabtu, 16/11/2019 15:16 WIB
Polda Jateng Antisipasi Provokasi Jelang HUT OPM 1 Desember Kapolda Jawa Tengah, Irjen Polisi Rycko Amelza Dahniel, melakukan langkah antisipasi kemunculan provokasi menjelang ulang tahun KNPB dan hari jadi OPM. (CNN Indonesia/Damar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Jawa Tengah melakukan langkah antisipasi kemunculan provokasi menjelang ulang tahun Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang jatuh pada 19 November dan hari jadi Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Polisi Rycko Amelza Dahniel, mengatakan bahwa langkah antisipasi tersebut di antaranya melakukan pendataan kembali jumlah warga Papua yang ada di Jawa Tengah.


Sejak konflik di Papua memanas pada September lalu, sebanyak 217 orang warga Papua di Jawa Tengah sempat kembali ke Papua. Dari hasil pendataan, baru 107 orang yang kembali ke Jawa Tengah.


"Mereka kebanyakan adalah pelajar dan mahasiswa. Kalau jumlah total, dari data kita ada 2.218 warga Papua yang ada di Jawa Tengah tersebar di 32 Kabupaten/Kota", kata Rycko kepada CNNIndonesia.com di Semarang, Sabtu (16/11).

Jelang ulang tahun KNPB dan OPM, Rycko meminta jajarannya untuk melakukan deteksi dini dan patroli siber karena provokasi saat ini lebih efektif menggunakan penyebaran media sosial.

"Kami sudah mengerahkan jajaran untuk melakukan deteksi dini dengan melibatkan masyarakat, karena tanpa masyarakat kita juga tidak akan berjalan optimal," ucap Rycko.

Ia kemudian mengatakan pihaknya saat ini lebih penting melihat tren penggunaan media sosial karena ini efektif sekali untuk penyebaran provokasi.


[Gambas:Video CNN]



(dmr)