Polda Metro Jaya Konfirmasi Pelaporan terhadap Sukmawati

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 16/11/2019 21:19 WIB
Polda Metro Jaya Konfirmasi Pelaporan terhadap Sukmawati Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di kantornya. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengonfirmasi laporan yang diajukan Koordinator Bela Islam (Korlabi) terhadap Sukmawati Soekarnoputri.

Argo mengatakan laporan tersebut bernomor LP/7393/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum yang diterima pada 15 November 2019. Pihak pelapor menyebut Sukmawati membuat pernyataan yang dianggap menistakan agama.


"Terlapor menyebutkan soal sosok ayahnya selaku mantan Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno lebih berjasa daripada Nabi Muhammad Saw pada awal abad ke-20," kata Ago dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (16/11).


Argo mengatakan pelapor melihat langsung lewat media sosial bahwa Sukmawati memberikan pernyataan tersebut dalam diskusi bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme'.

Ia mengatakan Sukmawati disangkakan melanggar pasal 156a KUHP tentang tindak pidana penistaan agama.

"Pelapor sebagai umat Islam menerangkan pada tanggal 14 November 2019 sekitar pukul 16.00 WIB korban mendapat informasi dari kerabat dan melihat langsung dari Google.com," kata Argo.


Sebelumnya, Simpatisan Koordinator Bela Islam (Korlabi) melaporkan Sukmawati ke Polda Metro Jaya karena membuat pernyataan yang membandingkan Sukarno dengan Nabi Muhammad.

"Benar (Sukmawati dilaporkan)," kata Sekretaris Jenderal Korlabi, Novel Bamukmin, kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (16/11).

Di sisi lain, Sukmawati tak ambil pusing dengan pihak yang melaporkan dirinya, terkait pernyataan yang dianggap membandingkan Sukarno dengan Nabi Muhammad.

"Ya boleh aja, mau lapor silakan," ujar Sukmawati.

Sukmawati mengklarifikasi pernyataannya yang menjadi kontroversi karena dianggap membandingkan Sukarno dengan Nabi Muhammad SAW. Dia menyebut video yang tersebar di media sosial telah diedit, bukan sepenuhnya seperti yang dia sampaikan.

Dalam potongan video yang dimaksud, Sukmawati berkata, "Mana lebih bagus Pancasila atau Alquran? Sekarang saya mau tanya nih semua. Yang berjuang di Abad 20, itu nabi yang mulia Muhammad apa Ir. Sukarno untuk kemerdekaan?".

Video editan tersebut kemudian menjadi pemberitaan di sejumlah media yang menyebut Sukmawati membandingkan jasa Sukarno dan Nabi Muhammad.

"Saya tidak membandingkan, dan tidak ada kata jasa," ucap Sukmawati, kepada CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon pada Sabtu (16/11).


(jnp/pmg)