Polisi Periksa Tujuh Saksi Usut Kecelakaan Skuter Listrik

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 15:48 WIB
Polisi Periksa Tujuh Saksi Usut Kecelakaan Skuter Listrik Para pengguna skuter listrik atau GrabWheels melintas di trotoar Jakarta. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi telah memeriksa tujuh orang saksi dalam rangka penyelidikan kasus kecelakaan lalu lintas antara mobil Toyota Camry dan pengguna skuter listrik atau GrabWheels.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar mengungkapkan salah satu saksi yang diperiksa adalah petugas keamanan yang berada di sekitar Gelora Bung Karno (GBK).

"Nanti kan kita kumpulkan saksi-saksi dulu. Sudah ada tujuh saksi, ada saksi dari satpam juga," kata Fahri saat dikonfirmasi, Jumat (15/11).


Hasil pemeriksaan terhadap petugas keamanan tersebut menyatakan bahwa pengemudi Camry berinisial DH tidak melarikan diri usai insiden kecelakaan.

Fahri menyebut saat itu DH dan rekannya, L sempat membantu para pengguna GrabWheels yang menjadi korban dalam insiden itu.

"Satpam yang melihat bahwa mobil itu berhenti, (yang menguatkan bukan tabrak lari) juga satpam," tutur Fahri.

Sebelumnya, kecelakaan itu terjadi ketika DH sedang berupaya menyalip mini bus di jalan raya depan Pintu 1 Gelora Bung Karno, Senayan.

Pada saat akan menyalip lewat jalur sebelah kiri, ternyata ada tiga pengendara skuter di jalur tersebut. Walhasil, DH pun menabrak tiga pengendara skuter tersebut dengan kecepatan sekitar 40 sampai 50 kilometer per jam. Insiden mengakibatkan dua orang tewas, dan satu lainnya luka-luka.

Akibat kecelakaan itu, dua orang meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka-luka.

Atas perbuatannya, DH dijerat UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 310 dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara jika korban meninggal, juncto Pasal 311 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara jika korban tewas.


[Gambas:Video CNN] (dis/pmg)