Ma'ruf Ingin Cegah Radikalisme Sejak Tingkat PAUD

CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 16:41 WIB
Ma'ruf Ingin Cegah Radikalisme Sejak Tingkat PAUD Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin menekankan penanganan radikalisme sejak dini. Terlebih, penanganan radikalisme menjadi arus utama program nasional pemerintah.

Ma'ruf menilai perlu pengajaran pada anak sejak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga tingkat Sekolah Dasar (SD) untuk melawan radikalisme. Pasalnya, di tingkat PAUD hingga SD saat ini muncul gejala radikalisme yang ditunjukan dengan atribut berupa poster tokoh-tokoh radikal yang kerap dipamerkan dalam acara tertentu.

"Kita ingin libatkan secara keseluruhan, terorganisasi, tersinergi, komprehensif, sehingga perkembangan radikalisme (dapat dicegah) dari hulu sampai ke hilir. Mulai pendidikan, bukan hanya SD, dari PAUD juga mulai ada gejala, dari TK tokoh-tokoh radikal itu sudah dikenalkan," ujar Ma'ruf di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (15/11).


Ma'ruf mengatakan orang tua maupun guru mestinya memberikan perhatian lebih agar jangan ada anak membawa atribut yang erat kaitannya dengan radikalisme. Bahkan, menurutnya, ada sejumlah anak yang dibekali senjata mainan yang identik dengan aksi radikal.

"Jangan sampai anak suruh pakai senjata kayak tokoh pejuang (radikal), ini memberikan pengaruh sikap radikalisme," katanya.

Ma'ruf juga menekankan pentingnya pelibatan dari berbagai komponen masyarakat mulai dari pemerintah, ormas Islam, hingga unit kelembagaan masyarakat di tingkat RT/RW untuk mencegah radikalisme. Menurutnya, pengurus RT/RW tak hanya mengurusi masalah administrasi bagi warganya melainkan juga wajib mengawasi lingkungan sekitar.

"Ini penting untuk mengetahui apakah ada yang terpapar atau tidak, sehingga dari semua pihak ini dapat dilibatkan," ucap Ma'ruf.

Hal lain yang tak kalah penting, lanjutnya, adalah membangun narasi kerukunan di antara kehidupan masyarakat. Ia mengingatkan agar masyarakat mengurangi narasi-narasi konflik maupun ujaran negatif seperti kafir dan sebagainya. Sebab, ucapan negatif semacam itu justru akan memicu konflik dan menimbulkan permusuhan.

[Gambas:Video CNN]
"Kita narasinya harus narasi kerukunan, kalau bahasa agamanya tawadlu saling mencintai, tarahum saling menyayangi, taawun saling membantu. Ini yang harus kita ubah agar menjadi wilayah damai, aman, jangan membawa narasi konflik ke Indonesia," tuturnya.

Wacana pencegahan radikalisme sejak dini sebelumnya telah disampaikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kemendikbud di bawah menteri Nadiem Makarim tengah menyusun program pendidikan karakter yang akan diterapkan di sekolah-sekolah PAUD di seluruh Indonesia.

Program khusus bagi anak-anak usia dini ini diterapkan untuk mencegah radikalisme yang bisa menyasar anak-anak hingga usia dini. (psp/wis)