Sertifikasi Kawin, Kemenag Bekali Tenaga dari KUA

CNN Indonesia | Selasa, 19/11/2019 01:42 WIB
Sertifikasi Kawin, Kemenag Bekali Tenaga dari KUA Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid menyatakan tengah menyiapkan pengajaran bagi para penyuluh dari Kantor Urusan Agama (KUA) menyusul rencana sertifikasi kawin tahun depan.

Gagasan soal sertifikasi kawin ini sebelumnya disampaikan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang bakal mewajibkan bagi calon pengantin mulai tahun 2020.

"Kami belum (bicarakan dengan menko PMK). Tapi kami sudah siapkan untuk itu, bahkan besok kami menyelenggarakan pendidikan bagi tenaga-tenaga KUA untuk follow up gagasan itu,"ujar Zainut di kantor wakil presiden, Jakarta, Senin (18/11).


Selama ini, lanjut Zainut, Kemenag telah memiliki program bimbingan perkawinan. Program ini juga menggunakan metode penyuluhan dari para petugas KUA.

Adapun, pihaknya bakal mengkaji lebih lanjut rencana sertifikasi kawin itu agar tak tumpang tindih dengan program bimbingan perkawinan yang telah berjalan dari Kemenag.

"Kami tegaskan nanti karena belum ada pembicaraan dengan Menteri PMK. Prinsipnya kami dukung program itu untuk mengurangi angka perceraian, KDRT, dan sebagainya," katanya.

Gagasan tentang bimbingan pranikah sebelumnya disampaikan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy. Program tersebut rencananya akan mulai diterapkan pada 2020 di seluruh Indonesia dan berlaku untuk semua pasangan.

Nantinya calon pengantin akan mengikuti pelatihan seperti pasangan beragama Katolik yang memiliki bimbingan serupa minimal tiga bulan.
[Gambas:Video CNN]

Saat pelatihan itu dilaksanakan, kedua pasangan betul-betul mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan rumah tangga dengan pasangannya. Keduanya akan dilatih berbagai pengetahuan, termasuk soal mengelola emosi, keuangan hingga pengetahuan soal kesehatan dan alat reproduksi.

Muhadjir mengatakan program sertifikasi siap kawin ini adalah revitalisasi dari program sosialisasi Kantor Urusan Agama (KUA) untuk pasangan yang ingin menikah. Ia ingin memantapkan program itu dengan melibatkan kementerian terkait.

Menurutnya, kementerian yang dilibatkan dalam menyiapkan program ini antara lain Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (psp/ain)