"Sekarang sedang dilakukan finalisasi penulisan buku. Desember ini selesai insya Allah. Dipakai Juni 2020 tahun ajaran baru," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Agama Islam Kamaruddin Amin di kantor wakil presiden, Jakarta, Senin (18/11).
Amin mengatakan, buku pelajaran agama Islam yang kini beredar dari kelas 1 sekolah dasar hingga kelas 12 sekolah menengah atas dan madrasah akan ditarik. Buku itu kemudian akan diganti dengan versi yang dirombak oleh Kemenag.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam buku agama Islam yang baru terdapat materi soal khilafah dan nasionalisme. Amin menuturkan, dalam buku itu akan memberi penjelasan bahwa khilafah tak lagi relevan di Indonesia.
[Gambas:Video CNN]
Kemenag sebelumnya berencana merombak 155 judul buku pelajaran agama yang kontennya dianggap bermasalah, termasuk soal khilafah. Perombakan dilakukan untuk seluruh buku pelajaran agama mulai dari kelas 1 sekolah dasar hingga kelas 12 sekolah menengah atas.
Persoalan khilafah juga kerap disampaikan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. Ia menyatakan pemerintah bakal melarang keberadaan atau penyebaran paham khilafah di Indonesia.
Dia mengatakan tak perlu lagi ada perdebatan soal khilafah. Sebab menurutnya paham itu lebih banyak unsur merugikan untuk keutuhan bangsa Indonesia.