FOTO: Seribu Kitab Sutrisno di Sudut Parlemen

Bisma Septalisma, CNN Indonesia | Senin, 30/09/2019 12:44 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketika penghuni Gedung DPR terus berganti setiap lima tahun sekali, Sutrisno dan lapak bukunya tetap bertahan di suatu sudut parlemen.

Sutrisno, 50 tahun, setiap pagi bergegas ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat untuk membuka lapak dagangannya. Setiap pukul tujuh ia sudah mulai menjajakan buku-buku miliknya di sana. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Sudah hampir 40 tahun pria yang akrab disapa
Lapak buku dan majalah ini merupakan warisan ayah Sutrisno yang didirikan di tahun 1970-an di Lapangan Banteng. Pada 1980-an lapak yang dinamai Agen Koran Sukasdi ini mendarat di Senayan. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Saat sang ayah meninggal, Sutrisno dan ibunya kemudian bergantian melanjutkan usaha sang ayah. Sembari mengikuti sekolah malam di sekolah negeri, Sutrisno kecil membantu ibunya berdagang dari siang hari. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Buku-buku yang dijual di lapak Sutrisno tergolong beragam dari mulai buku politik, ekonomi, sejarah, hingga undang-undang. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Ibunda Sutrisno meninggal dunia tahun lalu. Sejak saat itu Sutrisno mengurus lapak di salah satu sudut DPR itu sendirian. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Omset dari lapaknya berkisar Rp9-14 juta per bulan. Sutrisno menggunakan keuntungan untuk membeli buku baru dari penerbit dan stok koran yang dijualnya per hari. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Sutrisno berharap suatu hari nanti usaha turun temurun dari ayahnya ini bisa dilanjutkan oleh anaknya ataupun sanak saudara Sukasdi terdekat. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Beda anggota DPR, beda pengalaman. Pada 1 Oktober 2019 ini anggota DPR RI periode 2019-2024 akan resmi dilantik dan Sutrisno pun akan menghadapi pelanggan-pelanggan baru. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Sutrisno dan lapak dagangannya ini pun akan tetap menjadi saksi ribuan kisah yang terjadi di dalam gedung wakil rakyat. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)