Sukmawati Kembali Dipolisikan soal Sukarno dan Nabi Muhammad

CNN Indonesia | Senin, 18/11/2019 21:09 WIB
Sukmawati Kembali Dipolisikan soal Sukarno dan Nabi Muhammad Sukmawati Soekarnoputri. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sukmawati Soekarnoputri kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait pernyataannya yang membandingkan Nabi Muhammad dengan Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno.

Kali ini, Sukmawati dilaporkan oleh seseorang bernama Irvan Noviandana. Ia mengaku laporan itu dibuat lantaran sebagai seorang muslim ia merasa Sukmawati telah merendahkan Nabi Muhammad.

"Saya sebagai pribadi seorang muslim merasa nabi saya, junjungan saya, yang mengenalkan saya kepada Allah itu direndahkan," kata Irvan di Polda Metro Jaya, Senin (18/11).
Menurut Irvan, pernyataan Sukmawati yang membandingkan Nabi Muhammad dan Sukarno adalah tidak pantas. Sebab, sebesar apapun jasa Sukarno tidak bisa dibandingkan dengan seorang nabi.


Irvan sendiri mengaku video berisi pernyataan Sukmawati itu pertama kali ia lihat dari media. Setelahnya, Irvan lantas mencari video itu di YouTube.

Dalam laporan itu, Irvan turut menyertakan barang bukti berupa video dan serta sejumlah link pemberitaan media.

Laporan tersebut diterima polisi dengan nomor LP/7456/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum tanggal 18 November 2019.

Dalam laporan tersebut, Sukmawati dilaporkan dengan tindak pidana penistaan agama yakni Pasal 156a KUHP.

Sebelumnya, Sukmawati juga telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh simpatasan Korlabi terkait dugaan tindak pidana penodaan agama. Laporan itu teregister dengan nomor LP/7393/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum tanggal 15 November 2019.

Sukmawati sendiri menyebut video yang tersebar di media sosial telah diedit, bukan sepenuhnya seperti yang dia sampaikan.

Dalam potongan video yang dimaksud, Sukmawati berkata, "Mana lebih bagus Pancasila atau Alquran? Sekarang saya mau tanya nih semua. Yang berjuang di Abad 20, itu nabi yang mulia Muhammad apa Ir. Sukarno untuk kemerdekaan?".

[Gambas:Video CNN]

Video editan tersebut kemudian menjadi pemberitaan di sejumlah media yang menyebut Sukmawati membandingkan jasa Sukarno dan Nabi Muhammad.

"Saya tidak membandingkan, dan tidak ada kata jasa," ucap Sukmawati kepada CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon pada Sabtu (16/11).

Ia menjelaskan video itu merekam momen ketika dirinya sedang berbicara di forum anak muda yang mengusung tema membangkitkan nasionalisme, menangkal radikalisme, dan memberantas terorisme.

Dalam forum itu, Sukmawati sempat bertanya sejarah perjuangan mengingat forum tersebut memang digelar masih dalam rangka Hari Pahlawan.

"Saya hanya bertanya, siapa yang berjuang untuk kemerdekaan. Nabi yang mulia Muhammad atau Sukarno. Titik. Tapi diberitakannya, siapa lebih berjasa," kata Sukmawati.
(dis/ugo)