Gerindra soal Kapal Asing: Edhy Tak Bergeser dari Susi

CNN Indonesia | Selasa, 19/11/2019 12:24 WIB
Gerindra soal Kapal Asing: Edhy Tak Bergeser dari Susi Waketum Partai Gerindra Sufmi Dasco menyebut tiap kebijakan ada zamannya, termasuk dalam hal penenggelaman kapal. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR dari Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan tidak mempermasalahkan langkah Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo lebih memilih menyerahkan kapal pencuri ikan kepada nelayan ketimbang menenggelamkannya.

Menurutnya, hal tersebut tidak masalah selama Edhy tidak menggeser kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan sebelumnya, Susi Pudjiastuti, yakni terkait perizinan nelayan asing masuk ke wilayah perairan Indonesia.

"Masalah yang penting bagi saya bahwa kebijakan Edhy Prabowo itu tidak bergeser dari kebijakan Susi yaitu tidak memperbolehkan nelayan asing masuk ke wilayah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Itu yang penting menurut saya," ucap Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (19/11).


Dia, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, meyakini kebijakan Edhy itu sudah melalui proses kajian. Berdasarkan informasi dari Edhy, kata Dasco, kebijakan menyerahkan kapal kepada nelayan Indonesia itu bertujuan agar nelayan bisa tersenyum.

Dasco juga menuturkan bahwa setiap menteri memiliki kebijakannya masing-masing yang disesuaikan dengan eranya.

[Gambas:Video CNN]
"Ada [kebijakan] yang zaman kemarin cocok, ada yang zaman sekarang mungkin lebih cocok kalau diterapkan dengan cara lain, begitu," kata Dasco.

Sebelumnya, Edhy, yang merupakan kader Gerindra, mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Kementerian Perhubungan terkait nasib kapal-kapal asing sitaan dari para pencuri ikan.

Rencananya, kapal-kapal yang masih dalam kondisi bagus akan direparasi sebelum akhirnya dihibahkan kepada nelayan atau koperasi.

"Kami reparasi untuk diserahkan ke nelayan atau koperasi atau wilayah-wilayah yang paling banyak dicuri ikannya, ya kami kembalikan (kapal) ke daerah itu," kata Edhy di Menara Kadin seperti dikutip dari Antara, Selasa (19/11).

Dalam menentukan nelayan penerima kapal, ia menegaskan akan berhati-hati agar kapal tidak dijual kembali.


(mts/arh)