Pimpinan Baru Ingin Rangkul Wadah Pegawai KPK

CNN Indonesia | Rabu, 20/11/2019 00:05 WIB
Pimpinan Baru Ingin Rangkul Wadah Pegawai KPK Pimpinan KPK terpilih Nurul Ghufron ingin merangkul Wadah Pegawai KPK yang terkenal kritis (Aditya Pradana Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih Nurul Ghufron mengatakan bakal membangun sinergitas secara optimal dengan seluruh elemen dalam periode 2019-2023. Termasuk dengan wadah pegawai KPK yang selama ini dikenal kritis.

Dia yakin langkah itu akan mengantarkan KPK menjadi lembaga yang dipercaya masyarakat.

"Saya merasa Wadah Pegawai adalah bagian dari KPK secara keseluruhan dan kami akan bersinergi dengan semua pihak," tuturnya di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (19/11).


Ghufron juga ingin membangun hubungan dengan pihak-pihak di luar KPK. Terutama kelompok yang selama ini memang peduli dengan misi pemberantasan korupsi.

"Juga eksternal KPK yang selama ini turut membangun KPK sebagaimana kita ketahui menjadi lembaga yang dipercaya masyarakat," imbuhnya.

Diketahui, ada permasalahan dalam UU KPK yang baru dan berkaitan dengan Ghufron. Dalam UU KPK itu, dinyatakan bahwa usia minimal bagi pimpinan KPK adalah 50 tahun. Sementara usia Ghufron saat ini masih 45 tahun.
Mengenai hal itu, Ghufron yakin sudah tidak ada masalah. Dia merasa tetap sah menjadi pimpinan KPK terpilih untuk periode 2019-2023.

"Berkaitan dengan Pasal 29e tentang usia Pimpinan KPK sebagaimana telah disampaikan oleh Pimpinan DPR bahwa saya diproses pada saat UU 30 tahun 2002 versi lama. Yang mempersyaratkan usianya 40 tahun," ujarnya.

Ghufron mendatangi Gedung KPK pada hari ini Selasa (19/11). Dia datang bersama Lili Pintauli Siregar yang juga pimpinan KPK terpilih 2019-2023. Ghufron mengaku diundang oleh pimpinan KPK yang saat ini menjabat.

Selain untuk adaptasi, Ghufron mengaku sempat membicarakan agenda yang perlu diselesaikan dengan pimpinan KPK saat ini.

"Artinya supaya kemudian agenda-agenda apa yang sudah diselesaikan dan kemudian perlu kami lanjutkan itu sudah mulai ter-transfer," tuturnya.

Lili Pintauli Siregar mengatakan hal serupa. Dia ingin memanfaatkan undangan dari pimpinan KPK untuk beradaptasi lebih cepat sebelum mulai menjabat per Desember mendatang.

"Kita adaptasi, terus ngobrol dengan pimpinan yang ada. Kita bertemu dengan Pak Laode, Pak Alex, terus dengan Ibu Basaria. Yang dibahas merencanakan untuk bertemu kembali sebelum kita di tanggal 20 atau 21 Desember pelantikan," kata Lili di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (19/11).
[Gambas:Video CNN]
Ketika ditanya apakah turut dibahas UU KPK baru menjadi tantangan kinerja saat ini dan ke depan, mantan Komisioner LPSK itu menjawab pertemuan sebatas bicara santai dan agenda minum Kopi Sidikalang.

Lili menambahkan rencananya akan ada dua-tiga pertemuan dengan pimpinan KPK saat ini sebelum waktu pelantikan tiba.

"Jadi, selain pengenalan kita juga paham apa yang tersisa harus kita lanjutkan. Tadi belum berat," akunya.

Pertemuan ini tidak turut dihadiri Nawowi Pamolango dan Firli Bahuri. Ghufron mengatakan perihal pertemuan dengan Firli sudah dilakukan pada saat pelantikan dirinya sebagai Kabaharkam Polri. Sementara itu ia mengaku tidak berkomunikasi dengan Nawowi.

Saat dikonfirmasi, Nawowi menyatakan dirinya masih dinas di Denpasar, Bali. "Saya masih dinas di Pengadilan Tinggi Denpasar," katanya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (19/11).
(ryn/bmw)