Beda Gaji CPNS DKI yang Rela Lembur Hingga Subuh

CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 09:08 WIB
Beda Gaji CPNS DKI yang Rela Lembur Hingga Subuh Calon pegawai negeri sipil saat mengikuti ujian. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gaji pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi sorotan setelah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menyinggung soal pendapatan yang fantastis.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta Chaidir mengamini gaji pegawai yang baru diangkat menjadi PNS Golongan III A tembus hingga Rp20 juta.

Mirna, bukan nama sebenarnya, ialah seorang CPNS DKI Jakarta yang bertugas di salah satu dinas Pemprov DKI Jakarta. Sebagai seorang CPNS, Mirna menerima gaji yang relatif tidak terlalu besar.


"Karena kami belum 100 persen (PNS) cuma dapat Rp4,8 juta untuk TKD (tunjangan kinerja daerah) tambah gapok (gaji pokok) Rp2,1 juta. Jadi sekitar Rp7 juta kurang beberapa puluh ribu gitu," kata Mirna kepada CNNIndonesia.com, Rabu (20/11).


Mirna mengungkapkan meski sebagai CPNS mereka mendapat tugas penuh layaknya pegawai 100 persen. Mirna yang bekerja sebagai staf sub bagian Perencanaan mengatakan tak jarang lembur demi menyelesaikan tugas di kantor.

"Kalau kayak aku benar memang kadang kerja sampai subuh lembur buat mengerjakan anggaran. Dinamika di Jakarta juga cepat sekali jadi harus siap kalau ada perubahan," katanya.

Sementara itu, menurut Mirna, ada pegawai yang gajinya lebih tinggi dari dirinya. Biasanya mereka ditempatkan dengan beban kerja yang lebih kompleks seperti di Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) hingga di tempat yang paling teknis.

"Karena ada mereka yang memang harus berhadapan dengan kebakaran, banjir dan bencana alam lainnya mereka harus siap sedia. Atau di tempat kerja yang minim SDM jadi membutuhkan load kerja yang tinggi," jelas Mirna.


Dengan penjelasan di atas, menurut Mirna, wajar jika PNS DKI mendapatkan gaji hingga dua digit. Hal ini diikuti dengan tekanan kerja yang tinggi dan kinerja mereka yang selalu menjadi barometer.

"Dengan tekanan kerja di dalam yang tinggi saya pikir mungkin sesuai. Kelihatannya memang gede, tapi memang sebanding dengan apa yang kita kerjakan di sini," ujarnya.

Pro dan Kontra

Rizki (29) geram mengetahui gaji pelayan negara menjulang tinggi. Menurutnya, masih banyak pegawai, termasuk guru honorer, yang membutuhkan gaji layak di Pemprov DKI.

"Please, itu tinggi banget masih banyak juga loh guru-guru honorer yang butuh. Dan kebanyakan yang pontang-panting juga honorer serta tenaga ahli," kata Rizki kepada CNNIndonesia.com.

Rizki mengatakan kebanyakan kinerja PNS dibantu secara teknis oleh para honorer di masing-masing tempat. Menurutnya, lebih baik anggaran tersebut dibagi kepada tenaga honorer yang lebih membutuhkan.

Sementara Juny (29) tak masalah dengan gaji fantastis PNS DKI. Menurutnya DKI memiliki kompleksitas pekerjaan yang tinggi dan menuntut pegawainya memang bekerja cepat.

"Tidak masalah, asal tupoksi kerja sama gaji kan memang sama. Jadi angkanya wajar saja," ujarnya.


Ia menambahakan, dengan gaji yang besar itu masyarakat DKI memiliki standar yang tinggi dalam pemenuhan layanan. Asal DKI memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

"Setahu saya memang DKI yang paling tinggi pelayanannya kepada masyarakat sekarang. Kalau dengan gaji segitu kinerja berleha-leha kita jadi punya power buat ngekritik juga," katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir mengatakan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang resmi menjadi PNS memang memiliki gaji hampir Rp20 juta per bulan.

Sementara guru honorer yang telah dinyatakan lulus tes sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) masih terus mempertanyakan kejelasan nasibnya. Hingga kini mereka belum menemui titik terang terkait status mereka setelah hampir 9 bulan dinyatakan lulus.

"Saat ini keadaan kami masih sama, digaji Rp150.000 perbulan. Dan dibayarkan tiap 3 bulan sekali Rp450.000," kata Ketua Umum Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih ketika dihubungi Antara di Jakarta, Rabu (20/11).

[Gambas:Video CNN] (ctr/pmg)