Jokowi Akan Perkenalkan 12 Staf Khusus, 7 Nama Baru

CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 13:44 WIB
Jokowi Akan Perkenalkan 12 Staf Khusus, 7 Nama Baru Presiden Jokowi sore ini dijadwalkan memperkenalkan jajaran staf khusus presiden yang akan membantu kinerjanya selama 2019-2024. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal memperkenalkan jajaran staf khusus presiden yang membantunya untuk pemerintahan 2019-2024. Total 12 staf khusus yang akan diangkat, dengan rincian 5 nama lama dan 7 nama baru.

"Presiden akan segera mengumumkan nama-nama itu secara langsung dan mudah-mudahan akan diperkenalkan pada hari ini," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (21/11).

Pramono enggan mengungkapkan siapa saja yang diangkat menjadi stafsus, termasuk soal kabar nama anak pengusaha Chairul Tanjung, Putri Tanjung turut diangkat menjadi stafsus.

"Mengenai nama-nama itu sepenuhnya kewenangan bapak presiden," ujarnya.


Untuk diketahui, para stafsus Jokowi yang bertugas pada periode 2014-2019 antara lain, Sukardi Rinakit stafsus bidang politik, Ari Dwipayana stafsus bidang politik dan pemerintahan, Lenis Kogoya stafsus bidang kelompok kerja Papua.

Kemudian Gregorius Gories Mere stafsus bidang intelijen dan keamanan, Johan Budi Sapto Pribowo stafsus bidang komunikasi, Diaz Hendropriyono stafsus bidang sosial, Teten Masduki koordinator stafsus.

Selain itu, Siti Ruhaini Dzuhayatin stafsus bidang keagamaan internasional, Abdul Ghofarrozin stafsus bidang keagamaan domestik, Adita Irawati stafsus bidang komunikasi, serta Ahmad Erani Yustika stafsus bidang ekonomi.
[Gambas:Video CNN]
Nama Putri Tanjung mencuat usai disinggung Wakil Ketua MPR Arsul Sani. Arsul menilai Jokowi sengaja memilih para staf khususnya yang berasal dari kalangan milenial dan profesional untuk bekerja sebagai staf khususnya.

"Saya tak mendengar secara jelas ya, tapi kabar-kabarnya anaknya Pak Chairul Tanjung juga. Ya kita ucapkan selamat lah. Kepada anak-anak muda kita yang jadi staf khusus," kata Arsul kepada wartawan di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Kamis (21/11). (fra/gil)