Usai FPI, Kini Giliran GNPF Bakal Polisikan Sukmawati

CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 13:56 WIB
Usai FPI, Kini Giliran GNPF Bakal Polisikan Sukmawati Sukmawati Soekarnoputri. (ANTARA FOTO/Meli Pratiwi/RIV).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) berencana melaporkan Sukmawati Soekarnoputri soal perbandingan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden pertama RI Sukarno dalam sebuah acara ke Bareskrim Mabes Polri, Kamis (21/11). GNPF menduga Sukmawati telah melakukan penistaan terhadap agama.

Laporan serupa sebelumnya telah dilakukan sejumlah pihak, salah satunya Front Pembela Islam (FPI). FPI melaporkan Sukmawati ke Bareskrim, Rabu (20/11) kemarin.

"Saya mewakili GNPF-Ulama ulama insya Allah akan melaporkan Sukmawati ke polisi karena dia telah berkali-kali diduga melakukan penodaan agama Islam, kata Sekjen GNPF-U Edy Mulyadi dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (20/11).


Laporan ini, kata Edy, juga tak lepas dari pernyataan MUI yang secara resmi telah menyatakan bahwa ucapan Sukmawati menyakiti hati umat Islam.

Edy menerangkan, seharusnya Sukmawati tidak membandingkan Sukarno dengan Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Nabi Muhammad SAW adalah seorang maksum yang memiliki keistimewaan sebagai seorang nabi. Hal itu berbeda dengan Sukarno yang hanya manusia biasa dan tidak layak dibandingkan dengan Nabi Muhammad SAW.


Edy menambahkan pelaporan ke polisi tersebut akan didampingi sejumlah pengacara dari Tim Bantuan Hukum GNPF-Ulama. Mereka adalah Aziz Yanuar P, Reynaldi Syahputra, Hujjatul Baihaqqi, Dwi Heriadi, Irfan Ardiansyah, dan Rinaldi.

"Saya berharap dan percaya polisi kali ini akan bersikap profesional dan proporsional. Polisi akan menanggapi dan memproses laporan dugaan penodaan agama yang dilakukan Sukmawati secara adil sesuai hukum yang berlaku," ungkap Edy.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, dirinya juga beranggapan bahwa Sukmawati sudah beberapa kali mengeluarkan pernyataan yang menodai agama. Menurutnya, pernyataan Sukmawati telah melukai perasaan umat Islam.

Sukmawati sendiri menyebut video yang tersebar di media sosial telah diedit. Bukan sepenuhnya seperti yang dia sampaikan.


Dalam potongan video yang dimaksud, Sukmawati berkata, "Mana lebih bagus Pancasila atau Alquran? Sekarang saya mau tanya nih semua. Yang berjuang di Abad 20, itu nabi yang mulia Muhammad apa Ir. Sukarno untuk kemerdekaan?".

Video editan tersebut kemudian menjadi pemberitaan di sejumlah media yang menyebut Sukmawati membandingkan jasa Sukarno dan Nabi Muhammad.

"Saya tidak membandingkan dan tidak ada kata jasa," ucap Sukmawati kepada CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon pada Sabtu (16/11). (mjo/osc)