Diketahui, seorang penarik becak bernama Senang Hati Bulolo (sebelumnya disebut Sinar Hati Bulolo) diamankan karena membuang dua bangkai babi di wilayah Desa Helvetia Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Minggu (17/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PSS memiliki kandang babi di samping rumahnya [dengan jumlah babi] sebanyak 12 ekor, DS memiliki kandang di kawasan Jalan Pra Sejahtera 1 Dusun 6 Desa Helvetia sebanyak 20 ekor, dan JVP memiliki kandang babi di belakang rumah sebanyak lima ekor," tutur Yasir.
Namun demikian, ketiganya dalam pemeriksaan itu mengklaim tak mengenal Senang Hati. "Dari hasil pemeriksaan, ketiganya mengaku tidak mengenal pelaku," ujarnya.
Selain itu, lanjut Yasir, peternak PSS mengaku sampai saat ini ternak miliknya belum atau tidak pernah terkena penyakit hog cholera. Ia hanya mengaki ada babi tetangganya yang mati karena penyakit tersebut, namun dikuburkan di tanahnya sendiri di Dusun 4 Desa Helvetia.
"Sedangkan DS, memang mengakui jika pernah ada dua ekor ternak babi miliknya yang mati karena penyakit hog cholera. Namun ia langsung menguburkan bangkainya di tanahnya sendiri, persis didekat kandangnya," tutunya.
Dalam sebulan terakhir, pembuangan bangkai babi ramai terjadi di tepi jalan maupun sungai di Medan dan sekitarnya. Virus hog cholera atau kolera babi disebut sebagai penyebab kematian babi-babi itu.
(fnr/arh)