Tiga Peternak Jadi Saksi Pembuangan Bangkai Babi Hog Cholera

CNN Indonesia | Rabu, 20/11/2019 12:40 WIB
Tiga Peternak Jadi Saksi Pembuangan Bangkai Babi Hog Cholera Polisi periksa peternak terkait pembuangan bangkai babi. (CNN Indonesia/ Farida)
Medan, CNN Indonesia -- Polisi memeriksa tiga peternak babi di Medan, Sumatera Utara, terkait insiden pembuangan babi yang mati karena virus hog cholera secara sembarangan di tepi jalan dan sungai.

Diketahui, seorang penarik becak bernama Senang Hati Bulolo (sebelumnya disebut Sinar Hati Bulolo) diamankan karena membuang dua bangkai babi di wilayah Desa Helvetia Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Minggu (17/11).

"Ketiga peternak itu diperiksa Selasa (19/11) siang, sejak pukul 14.00 WIB. Pemeriksaan ini terkait penangkapan pembuang bangkai babi di Desa Helvetia, kemarin," kata Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi, Rabu (20/11/2019).


Dia menambahkan ketiga peternak babi yang diperiksa ini adalah PSS (38) warga Jalan Helvetia by pass Desa Helvetia, DS (47) warga Jalan Karya Ujung Desa Helvetia, dan JVP (45) warga Jalan Karya 5 Desa Helvetia.

"PSS memiliki kandang babi di samping rumahnya [dengan jumlah babi] sebanyak 12 ekor, DS memiliki kandang di kawasan Jalan Pra Sejahtera 1 Dusun 6 Desa Helvetia sebanyak 20 ekor, dan JVP memiliki kandang babi di belakang rumah sebanyak lima ekor," tutur Yasir.

[Gambas:Video CNN]
Namun demikian, ketiganya dalam pemeriksaan itu mengklaim tak mengenal Senang Hati. "Dari hasil pemeriksaan, ketiganya mengaku tidak mengenal pelaku," ujarnya.

Selain itu, lanjut Yasir, peternak PSS mengaku sampai saat ini ternak miliknya belum atau tidak pernah terkena penyakit hog cholera. Ia hanya mengaki ada babi tetangganya yang mati karena penyakit tersebut, namun dikuburkan di tanahnya sendiri di Dusun 4 Desa Helvetia.

"Sedangkan DS, memang mengakui jika pernah ada dua ekor ternak babi miliknya yang mati karena penyakit hog cholera. Namun ia langsung menguburkan bangkainya di tanahnya sendiri, persis didekat kandangnya," tutunya.

"Sementara JVP mengatakan, jika memang ada babi milik tetangganya yang mati akibat penyakit hog cholera, bangkainya juga tidak dibuang, tapi dikubur di sekitar kandang babinya," pungkas Yasir.

Dalam sebulan terakhir, pembuangan bangkai babi ramai terjadi di tepi jalan maupun sungai di Medan dan sekitarnya. Virus hog cholera atau kolera babi disebut sebagai penyebab kematian babi-babi itu.


(fnr/arh)