Anies Disebut Restui Reuni Akbar 212 di Monas

CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 17:39 WIB
Anies Disebut Restui Reuni Akbar 212 di Monas Ketua presidium alumni 212, Ustadz Slamet Maarif. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Maarif mengklaim pihaknya telah mengantongi izin dari beberapa pihak untuk melaksanakan Reuni Akbar 212 di Monumen Nasional, Jakarta. Bahkan, kata Slamet, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah merestui acara tersebut digelar di Monas.

Selain itu, Slamet mengatakan PA 212 sudah membuat pemberitahuan kepada kepolisian. Slamet bahkan menunjukkan beberapa surat izin perhelatan kepada awak media massa.

"Insya Allah semua berjalan dengan baik dan lancar karena rekomendasi dari Gubernur DKI Jakarta sudah kita dapatkan. Kita sudah terima untuk proses perizinan di acara reuni," kata Slamet dalam jumpa pers di Kantor DPP FPI, Jakarta, Kamis (21/11).

Pria yang juga menjabat Juru Bicara FPI itu berharap beberapa surat izin tersebut jadi jaminan penyelenggaraan Reuni Akbar 212. Dia juga berharap acara bisa dihelat dengan lancar tanpa hambatan apapun.
Anies Disebut Telah Beri Rekomendasi Reuni Akbar 212 di MonasGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)

Slamet juga mengatakan pihaknya sudah melayangkan pemberitahuan kegiatan ke Polda Metro Jaya dan Mabes Polri. Rencananya PA 212 akan mengadakan pertemuan dengan kepolisian untuk membahas kesiapan keamanan.


"Alhamdulillah untuk urusan perizinan tidak mengalami hambatan yang berarti," ucap dia.

Di kesempatan yang sama, Panglima Laskar Pembela Islam Maman Suryadi menyampaikan pihaknya menyiapkan tiga ribu orang untuk menambah pengamanan dari pihak kepolisian.

"Kemudian estimasi massa kemungkinan lebih dari 1 juta," ujar Maman.

Reuni Akbar 212 tahun ini merupakan gelaran ketiga yang dilakukan PA 212. Gelaran ini bermula dari aksi unjuk rasa 2 Desember 2016 di Monumen Nasional, Jakarta.

Saat itu umat Islam Indonesia mempermasalahkan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang bernada SARA. Acara itu kemudian bergulir setiap tahun di tanggal dan tempat yang sama.

Imbauan tak goreng isu politik

Terpisah, Ulama Gus Miftah menyarankan agar para peserta Reuni 212 tetap harus menjaga ketertiban. Gus Miftah berharap jangan sampai menggoreng isu lain selain agenda silaturahmi antar-anggota 212.

"Kalau niatnya ngaji dan silaturahmi ya monggo saja. Asal tidak ada penumpang gelap," kata Miftah di Gedung Perpustakaan Nasional, usai menghadiri kegiatan anugerah Santri Of The Year, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (21/11).
[Gambas:Video CNN]
Dia juga berharap tak ada nuansa-nuansa politik yang dijual dalam kegiatan itu. Meski begitu dia tak tahu pasti apa agenda yang akan diusung dalam reuni PA212 ini oleh para pesertanya.

Sebab kata dia, meski umat islam dirinya bukan bagian dari PA212 apalagi panitia acara. Bahkan kata dia, jika dirinya diundang dalam kegiatan itu dipastikan tak bisa hadir.

"Saya (kalau diundang) waktu saya udah gak ada, jadwal saya sudah full," kata Miftah. (dhf/ain)