Bamsoet Caketum Golkar, Kubu Airlangga Ungkit Pengkhianatan

CNN Indonesia | Sabtu, 23/11/2019 04:15 WIB
Bamsoet Caketum Golkar, Kubu Airlangga Ungkit Pengkhianatan Bambang Soesatyo (kiri) akan bersaing dengan Airlangga Hartarto untuk jadi Ketua Umum Golkar. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Loyalis Airlangga Hartarto, Ace Hasan Syadzily mengungkit pengkhianatan dan pelanggaran janji serta kesepakatan yang telah dilakukan oleh Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Hal tersebut disampaikan Ace saat merespons langkah Bamsoet yang menyampaikan akan maju sebagai calon dalam pemilihan ketum Partai Golkar periode 2019-2024. Bamsoet akan bersaing dengan Airlangga sebagai petahana.

Ace pun mengingatkan kepada seluruh kader Partai Golkar terkait potensi Bamsoet mengkhianati kader yang berada di akar rumput. Menurutnya, pemimpin sejati dilihat dari figur yang konsisten dan memegang komitmen.


"Catatan penting bagi kader Partai Golkar adalah kepada Ketua Umum Partai Golkar saja yang sudah menugaskannya sebagai Ketua MPR RI berani dikhianati dan tega untuk melanggar janji dan kesepakatan, apalagi kepada kader-kader yang menjadi pejuang-pejuang di akar rumput," kata Ace dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/11).

Ketua DPP Golkar itu pun menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan menghalangi siapapun untuk maju menjadi caketum Partai Golkar, termasuk Bamsoet.

Dia menuturkan, Golkar memberikan kesempatan kepada seluruh kader yang memiliki dukungan sebesar 30 persen dari pemegang suara untuk maju menjadi caketum Golkar, karena Golkar merupakan partai politik yang sangat demokratis dan terbuka.

"Khusus untuk Bamsoet, kami tidak pernah menghalangi beliau untuk maju menjadi caketum," kata Ace.
[Gambas:Video CNN]
Namun, dia mempertanyakan perihal komitmen yang pernah diucapkan Bamsoet di hadapan publik ihwal kesepakatan untuk memberikan dukungan kepada Airlangga sebagai Ketum Golkar.

Ace pun bertanya, apakah Bamsoet merasa telah melanggar komitmen yang telah dibuat dengan Airlangga.

"Soal apakah dia melanggar komitmen itu, itu urusannya dirinya sendiri. Biar masyarakat dan kader-kader Golkar yang menilai dan mencatat kualitas seseorang," ucapnya.

Bamsoet sebelumnya resmi kembali menyatakan diri siap untuk maju sebagai caketum Partai Golkar periode 2019-2024.

Menurutnya, keputusan untuk maju sebagai caketum Golkar di Munas pada Desember mendatang diambil setelah mempertimbangkan aspirasi, dukungan, dan desakan yang sangat kuat.

Pria yang kini menjabat Ketua MPR tersebut mengaku mendapat perintah dari organsasi yang telah membesarkannya seperti Pemuda Pancasila, Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI), serta Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI).

"Saya, Bambang Soesatyo, menyatakan suap menjalankan perintah untuk mengikuti kontestasi pemilihan ketum Partai Golkar periode 2019-2024," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat pada Jumat (22/11).

Bamsoet diperkirakan akan bersaing ketat dengan Airlangga Hartarto dalam kontestasi pemilihan ketum Golkar periode 2019-2024. Pasalnya, dua sosok tersebut acap kali melakukan aksi saling sindir dalam sejumlah kesempatan beberapa waktu terakhir.

Selain Bamsoet dan Airlangga, Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan ada dua nama lain yang kemungkinan akan maju yakni Ridwan Hisjam dan Indra Bambang Utoyo. (mts/sur)