"Saya pikir relatif yang anu lah, yang belum terakomodasi dalam pemerintahan. Ini (KSP) kan salah satu tempat yang parpol bisa partisipasi di sini," kata Moeldoko di KSP, Jakarta, Selasa (26/11).
Moeldoko menyebut kader partai ini bisa menjabat sebagai tenaga ahli maupun deputi. Sejauh ini, kata Moeldoko, kader partai yang telah menyodorkan lamaran berasal dari PKPI, PBB, Hanura, dan beberapa partai lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua kita tes, kalau enggak lulus, ya enggak lulus. Jangan sampai nanti parpol tidak profesional," ujarnya.
"Jadi sumbernya memang banyak. Karena sekali lagi, saya ingin KSP ke depan punya energi yang sangat tinggi," tuturnya.
Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin didukung oleh banyak partai politik pada Pilpres 2019 lalu. Di antaranya, PDIP, Golkar, Hanura, NasDem, PPP, PKB, PBB, PSI dan Perindo.
Tidak semua parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf itu diberikan kursi dalam Kabinet Indonesia Maju.
Terkait posisi wakil kepala staf, Moeldoko mengatakan sampai saat ini belum diputuskan. Ia menyatakan Presiden Joko Widodo yang akan memilih sosok pendampingnya pada periode kedua ini.
"Kalau kepala staf nanti itu otoritas Pak Presiden," ujarnya.
Mengenai wakil kepala staf kepresidenan, Moeldoko sudah pernah mengatakan sebelumnya. Dia menyebut bakal memiliki wakil untuk memimpin KSP.
Nantinya, orang yang terpilih itu akan bertugas memastikan program-program benar-benar dirasakan oleh masyarakat.