Menag Respons Tito Soal FPI: Kalau Ragu, Coba Cari 'Deal'-nya

CNN Indonesia | Kamis, 28/11/2019 16:54 WIB
Menag Respons Tito Soal FPI: Kalau Ragu, Coba Cari 'Deal'-nya Menteri Agama Fachrul Razi. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Agama Fachrul Razi ingin memberi kesempatan kepada Front Pembela Islam (FPI) untuk ikut membangun bangsa. Pernyataan Fachrul menjawab Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang masih mempermasalahkan perpanjangan surat keterangan terdaftar (SKT) FPI.

Fachrul menegaskan Kemenag memberi rekomendasi untuk perpanjangan SKT karena FPI sudah setuju mengakui Pancasila dan NKRI. Hal itu sudah dituangkan dalam perjanjian antara Kemenag dan FPI.

"Kalau selama semua komponen bangsa ingin maju sama-sama, memajukan bangsa, kenapa sih? Ada hal-hal yang masih kita ragukan, kita coba deal dengan dia," kata Fachrul saat ditemui usai rapat dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (28/11).


Fachrul mengatakan Tito benar soal AD/ART FPI masih mencantumkan khilafah. Dia juga mengaku sudah membaca dokumen tersebut dan masih menemukan paham khilafah.

Meski begitu, kata Fachrul, masih ada solusi yang bisa ditempuh. Dia menyarankan Tito mengajak FPI untuk berunding terkait komitmen terhadap Pancasila dan NKRI.

"Kita deal saja sama dia, 'Bisa enggak mengubah ini menjadi begini?' Enteng-enteng saja selama orang ingin membangun bangsa, kita ajak sama-sama," ucapnya.

Mantan Wakil Panglima TNI itu bilang rekomendasi Kemenag untuk perpanjangan SKT FPI final. Dia mengonfirmasi surat rekomendasi itu sudah sampai di Kemendagri.

[Gambas:Video CNN]
"Sudah diberikan, enggak akan ditarik lagi. Kalau pertimbangan di atas tak memberikan, itu urusan yang lain, kita bukan kewenangan itu," ucapnya.

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan visi dan misi FPI yang tertuang di dalam dokumen anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) mereka masih menjadi masalah dalam proses perpanjangan izin Surat Keterangan Terdaftar (SKT).

"Mengenai masalah ormas terkait FPI, ini masih pada kajian di Kemenag. Betul rekan-rekan dari FPI sudah buat surat di atas materai mengenai kesetiaan atau pernyataan terhadap negara dan Pancasila. Tapi problemnya di AD/ART (poin visi dan misi)," ujar Tito dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (dhf/wis)