Tutup Putar Balik Jl. Satrio, Dishub Klaim Tak Terkait Jokowi

CNN Indonesia | Rabu, 04/12/2019 15:09 WIB
Tutup Putar Balik Jl. Satrio, Dishub Klaim Tak Terkait Jokowi Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menguji coba penutupan U turn arah Jl. Prof. Dr. Satrio. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan uji coba penutupan jalan putar balik (U turn) dari arah Jalan Jendral Sudirman yang menuju ke Jalan Prof Dr Satrio, Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan uji coba penutupan dilakukan karena kepadatan lalu lintas di sekitar daerah itu, bukan karena kasus Presiden Jokowi terjebak kemacetan 30 menit di daerah itu.

"Jadi ada kepadatan di situ. Di sisi Utara Jalan Satrio atau sebrang Sampoerna Strategic itu sedang ada pengerjaan trotoar. Nah, itu sebabnya kami lakukan rekyasa lalu lintas untuk memperlancar," kata Syafrin kepada CNNIndonesia.com, Rabu (4/12).


"Tidak demikian (karena Jokowi terjebak macet). Karena kepadatan lalu lintas dan pekerjaan trotar," tutup dia.

Syafrin menjelaskan setelah di tutup, lalu lintas dari arah Sudirman bisa langsung berjalan terus ke arah J. Prof. DR. Satrio tanpa hambatan kendaraan yang ingin berputar di bawah.

[Gambas:Video CNN]
"Sehingga kepadatan di Sudirman itu tidak panjang. Selama ini kan panjang dan memang cukup panjang kan begitu sore hari kami lihat," ujar dia.

Rencananya uji coba akan dilakukan selama dua pekan ke dapan. Kemudian DKI akan melakukan evaluasi setelah penutupan putar balik tersebut. Ditegaskan Syafrin hanya satu putar balik dari arah Sudirman tersebut yang ditutup, sementara putar balik lainnya masih tetap dibiarkan terbuka.

"Belum, yang itu baru yang di ujung bawah fly over yang kami tutup. Sambil kami kaji traffic-nya setelah penutupan seperti apa. Ada petugas kami juga di sana," tegas dia.

Jokowi sempat mengaku terjebak macet selama 30 menit di wilayah Jalan Casablanca, Jakarta Selatan, sebelum menghadiri sebuah acara.

Terkait hal itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono menyebut kemacetan itu akibat ada sejumlah kegiatan di sekitar lokasi. Di antaranya adalah acara presiden sendiri dan pemakaman pengusaha properti Ciputra.

(CTR/arh)