Syaratnya, semua atau mayoritas pemilik hak suara dalam pemilihan ketua umum Partai Golkar menyatakan dukungan kepada Airlangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, tersisa dua calon ketua umum yakni Airlangga dan Ketua DPP Golkar Ridwan Hisjam. Kandidat lainnya, Bambang Soesatyo, sudah mengundurkan diri dari pemilihan setelah mendapat masukan dari para kader senior Partai Golkar.
Sementara hingga Rapat Paripurna terkait Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) DPP Golkar diskors pada pukul 13.00 WIB, baru 11 DPD yang menyampaikan pandangan umum. Semuanya mendukung Airlangga untuk kembali menjabat Ketua Umum periode 2019-2024.
"Kalau memang misalnya tidak ada dukungan kepada Ridwan dan hanya kepada Airlangga, maka beliau yang harus ditetapkan sebagai ketua umum," ujar Ace.
Namun begitu, menurutnya, proses penetapan akan tetap dilakukan pada Kamis (5/12) sebagaimana yang telah terjadwalkan.
Pemilik suara sah dalam pemilihan caketum ialah 34 DPD tingkat I (provinsi), 514 DPD tingkat II (kabupaten atau kota), satu suara DPP, satu suara Dewan Pembina, dan 10 ormas sayap partai. Jumlah total yang diperebutkan mencapai 560 suara.
(mts/arh)