Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut bencana alam yang terjadi selama 2 menit ini melukai seorang bocah perempuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kerugian diperkiran kurang lebih 1,5 juta rupiah," kata Agus.
Menurut Daryatno, Kepala Stasiun Maritim badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Bitung yang pernah bertugas di Bima, menyebut puting beliung ini karena massa udara menumpuk di daerah itu.
"Itu adalah phenomena puting beliung di laut atau istilahnya water spot, terjadi karena adanya perbedaan suhu udara di lautan dengan daratan. Pada saat sore itu suhunya (di laut) lebih rendah dibanding masa udara lainnya," tutur dia.
"Jadi ada penumpukan masa udara di daerah tersebut. Adapun skala waktunya enggak lama, cuma sekitar 2 menit. Biasanya terjadi pada sore hari dan saat musim pancaroba," tandas Daryatno.
[Gambas:Video CNN] (fey/arh)