Rentetan Kemunculan Harimau dan Kecemasan Warga Sumsel

CNN Indonesia | Kamis, 05/12/2019 08:50 WIB
Rentetan Kemunculan Harimau dan Kecemasan Warga Sumsel Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) bernama Leony dilepas di enklosur seluas 50x50 meter di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) Dharmasraya, Sumatera Barat, Sabtu (29/7). (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Palembang, CNN Indonesia -- Harimau Sumatera selama hampir satu bulan belakangan meneror masyarakat di Sumatera Selatan. Sejak 15 November lalu, setidaknya 13 kali harimau muncul atau dilihat warga.

Akibat serangan harimau dua warga terluka, satu tewas, serta dua hewan ternak menjadi mangsa.

Berdasarkan laporan yang dihimpun Seksi Konservasi Wilayah II Lahat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, kawasan di sekitar Kantong Harimau Bukit Dingin dan Jambul Nanti Patah yang berada di dua daerah, yakni Pagar Alam dan Lahat, menjadi lokasi harimau-harimau itu muncul dan menyerang warga.


Di kawasan Kantong Harimau Bukit Dingin, penemuan jejak pertama terjadi pada Jumat (15/11) di Dusun Margo Mulyo, Kelurahan Dempo Makmur Kecamatan pagar Alam utara, Kota Pagar Alam sekitar pukul 07.30 WIB.

Seorang warga sekitar, Suparudin (67) menemukan jejak harimau tidak jauh dari kandang kambing yang terletak dekat rumahnya. Harimau diduga hendak memangsa kambing milik Suparudin. Lalu satu jam kemudian, Ketua RW Kampung 4 Gunung Dempo mendengar harimau mengaum.


Di hari yang sama pada pukul 15.00, seorang wisatawan pengunjung Gunung Dempo serta seorang pemetik teh melihat Harimau Sumatera berkeliaran di sekitar kebun teh. Pengunjung tersebut sempat merekam penampakan harimau menggunakan kamera ponselnya dan beredar di media sosial.

Selang satu setengah jam, Sulaiman (56) warga sekitar melihat harimau berkeliaran di dekat pondoknya yang masih berada di kawasan kebun teh.

Waswas Warga di Tengah Perburuan Harimau SumateraTim medis melakukan nekropsi atau bedah bangkai Harimau Sumatera liar yang mati terjerat di kantor BBKSDA Riau, Kota Pekanbaru. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Kemudian pada pukul 21.30 penyerangan pertama terjadi. Irfan (18) warga Kabupaten Musi Banyuasin yang sedang berkemah di jalur evakuasi pendakian Tugu Rimau, Taman Wisata Gunung Dempo diserang harimau saat berada di dalam tenda.

"Pak Sulaiman, warga sekitar mengaku mendengar Irfan berbicara hendak membawa anak harimau bila menemukannya sesaat sebelum harimau itu menyerang," ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Lahat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Martialis Puspito.

Keesokan harinya, Sabtu (16/11) pukul 09.30 masyarakat melihat jejak harimau di kawasan Kampung 4. Sugiman, petani teh yang sedang beraktivitas di kebun, melihatnya.


Pada pukul 10.00, Sulaiman dikejutkan dengan harimau yang kembali muncul di sekitar pondok kebun tehnya. Jarak antara Sulaiman dengan harimau tersebut hanya 2 meter, namun harimau tersebut hanya melintas dan tidak bereaksi dengan kehadiran Sulaiman.

Pada Minggu (17/11) warga mendengar auman harimau di sekitar kawasan wisata Dempo Park. Pada Senin (18/11) seorang petani kopi, Karim, kembali melihat penampakan harimau di sekitar kebunnya namun tidak ada penyerangan.

Pada hari yang sama, di lokasi yang berbeda yakni Desa Pulau Panas, Kelurahan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat, seorang petani kopi Kuswanto (58) tewas akibat serangan harimau. Saat kejadian korban tengah memotong pohon besar menggunakan gergaji mesin di dalam kawasan hutan lindung.

Waswas Warga di Tengah Perburuan Harimau SumateraSeekor Harimau Sumatera (Panthera tigris) berada dalam kerangkeng perangkap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi)
Usai Kuswanto, hewan ternak kambing milik warga di desa yang sama pun menjadi mangsa harimau tersebut. Diketahui, Desa Pulau Panas berada di kawasan Kantong Harimau Jambul Nanti Patah.

Kemudian, penampakan harimau di Koridor Harimau Bukit Dingin kembali terlihat di Desa Rimba Candi, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam, Jumat (29/11). Satu ekor ayam menjadi mangsa harimau tersebut.


Belakangan, warga melihat tiga ekor anak harimau di Dusun Pematang Bango, Desa Curup Gare, kecamatan Pagar Alam Utara, Kota Pagar Alam, Minggu (1/12).

Keesokan harinya, Senin (2/12) seorang petani diserang harimau di Desa Tebat Benawa, Kelurahan Penjalang, Kecamatan Dempo Selatan, Pagar Alam hingga mengalami luka-luka parah.

"Petugas kami masih di lapangan untuk memastikan lokasi penyerangan terjadi di kawasan hutan lindung atau bukan," ujar Martialis Puspito.

Dia berujar, pihaknya telah menyosialisasikan kepada masyarakat agar waspada saat beraktivitas, khususnya berada di sekitar lokasi koridor jelajah harimau. Dirinya belum bisa memastikan penyebab pasti harimau tersebut dalam waktu yang berdekatan terus mengalami konflik dengan manusia.

Namun dugaan kuat perburuan terhadap anak harimau mencuat karena ada tiga anak harimau yang terpisah jauh dari induknya. Dia menduga ada dua induk harimau yang berbeda dari dua kantong harimau berbeda pada serangkaian penyerangan ini.

"Untuk saat ini petugas utamanya untuk sosialisasi agar masyarakat waspada. Kalau melihat harimau pun jangan dilukai. Kami juga mengecek lokasi untuk memastikan lokasi penyerangan. Kita pasang jebakan kamera untuk melihat pergerakan harimaunya," kata dia.


[Gambas:Video CNN] (idz/pmg)