Polri Akui Buat Laporan Sendiri dalam Kasus Jafar Shodiq

CNN Indonesia | Jumat, 06/12/2019 04:50 WIB
Polri Akui Buat Laporan Sendiri dalam Kasus Jafar Shodiq Jubir Polri Argo Yuwono menyebut pihaknya membuat laporan model A terkait kasus Jafar Shodiq. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polri mengaku membuat laporan polisi terkait kasus pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh penceramah Jafar Shodiq bin Sholeh Alattas. Laporan itu kemudian jadi dasar penangkapannya.

Shodiq sebelumnya menyebut Wakil Presiden Ma'ruf Amin sebagai 'babi' dalam salah satu ceramahnya yang viral di media sosial.

"Sebelumnya kita sudah membuat laporan model A, yang karena ada nambah [tindak pidana] siber ya. Kemudian dari siber kemarin mengamankan seorang laki-laki dengan inisial JS," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono, di Jakarta, Kamis (5/12).


Dalam Pasal 5 Peraturan Kapolri (Perkap) No. 14 Tahun 2012 Tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana, pengaduan terdiri dari dua macam, yakni Laporan Polisi Model A dan Laporan Polisi Model B.

Laporan Model A ialah laporan polisi yang dibuat oleh anggota Polri yang mengalami, mengetahui, atau menemukan langsung peristiwa yang terjadi. Laporan Model B dibuat oleh anggota Polri atas laporan/pengaduan yang diterima dari masyarakat.

[Gambas:Video CNN]
Argo juga membenarkan bahwa Shodiq ditangkap di kediamannya di Depok dan selanjutnya langsung dibawa ke Bareskrim Polri.

Saat ini, kata dia, Shodiq masih menjalani pemeriksaan intensif yang dilakukan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

"Yang bersangkutan saat ini masih dalam pemeriksaan oleh siber mabes Polri, jadi untuk hasil keterangan kita belum mendapatkan. Intinya bahwa yang bersangkutan sudah kita amankan dan sedang dalam proses pemeriksaan," tutur Argo.

Sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan ceramah Ja'far Shodiq bin Sholeh Alattas viral di media sosial. Video itu bersumber dari chanel YouTube 'Chanel habib ja'far shodiq bin sholeh alattas' yang diunggah pada 30 November 2019.

Saat itu, Ja'far tengah menceritakan kisah Nabi Musa AS versi Islam. Ia mengatakan ada murid dari Nabi Musa AS yang diubah Allah SWT menjadi babi. Alasannya karena menjual agama untuk duniawi. Ia pun mencontohkannya dengan ustaz bayaran zaman sekarang.

"Berarti ustaz-ustaz bayaran apa? [dijawab oleh jemaah: 'babi']. Saya tanya Ma'ruf Amin babi bukan? [riuh jawaban jemaah: babi]. Babi bukan? [riuh jawaban jemaah: babi]. Babi lah," kata Ja'far.

Terkait hal itu, Ma'ruf Amin mengaku telah memaafkan pernyataan yang dibuat Shodiq.

(dis/arh)