Listyo Sigit: Kapolres Solo, Ajudan Jokowi hingga Kabareskrim

CNN Indonesia | Jumat, 06/12/2019 14:05 WIB
Listyo Sigit: Kapolres Solo, Ajudan Jokowi hingga Kabareskrim Mantan Kapolrestabes Surakarta dan Ajudan Jokowi, Irjen Listyo Sigit Prabowo diangkat menjadi Kabareskrim baru (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Idham Azis resmi menunjuk Inspektur Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menduduki jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.

Listyo diketahui pernah menjadi Kapolres Surakarta saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai Wali Kota Solo. Kemudian dia diangkat menjadi ajudan Jokowi usai memenangkan Pilpres 2014.

Listyo lahir pada 5 Mei 1969. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1991 yang pernah menduduki sejumlah jabatan penting di lingkungan Polri.


Listyo tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting lainnya antara lain Kapolres Pati pada 2009, Kapolres Sukoharjo pada 2010, Wakapoltabes Semarang.

Dia lalu menjabat sebagai Kapolrestabes Surakarta pada 2010-2012. Kala itu, Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Solo periode kedua.

Dia lanjut mengisi jabatan Kepala Subdirektorat II Direktur Pidana Umum Bareskrim Polri pada 2012. Jabatan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara diembannya pada 2013. Listyo kemudian diangkat menjadi ajudan Presiden Jokowi yang memenangkan Pilpres 2014.
Selama dua tahun menjadi Ajudan Presiden Jokowi, Listyo langsung naik pangkat dari komisaris besar menjadi brigadir jenderal dan diberikan jabatan Kapolda Banten.

Pada Agustus 2018, Kapolri kala itu Jenderal Tito Karnavian memutasinya ke jabatan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, berdasarkan Surat Keputusan Kapolri (Skep) Nomor 81/ 2014 A/III/KEP./2018 tertanggal 13 Agustus 2018.

Pangkat Listyo pun kembali dinaikkan menjadi inspektur jenderal.

Termutakhir, Listyo dipercaya Kapolri Jenderal Idham Aziz untuk menjabat sebagai Kabareskrim dan naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal. Penunjukan ini tertuang dalam surat telegram bernomor ST/3230/KEP/XII/KEP/2019 yang telah ditandatangani Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia Irjen Eko Indra Heri.
[Gambas:Video CNN]
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Listyo merupakan lulusan Strata 2 dari Universitas Indonesia dengan judul tesis tentang penanganan konflik etnis di Kalijodo, Jakarta.

Listyo diketahui pernah mengalami penolakan saat hendak dilantik menjadi Kapolda Banten yang dilayangkan sejumlah ulama dan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Banten.

Penolakan ini dilatarbelakangi karena perbedaan agama yang dianut Listyo. Ulama setempat berpendapat Banten adalah wilayah kesultanan dan sebagian besar penduduknya beragama Islam.

Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane telah mengembuskan isu Listyo akan menduduki kursi Kabareskrim sejak pertengahan November 2019 lalu. Menurutnya, Listyo menjadi nama yang paling diunggulkan dibandingkan nama-nama calon lainnya karena berdasarkan permintaan Jokowi.

"Saya mendapat informasi bahwa Jokowi dan Idham sepakat memilih Listyo sebagai Kabareskrim," katanya.

Namun, menurut dia, terdapat sejumlah permasalahan sehingga Idham tak kunjung resmi menunjuk Listyo sebagai Kabareskrim. Salah satunya adalah usia Listyo yang masih muda.
(mts/bmw)