Mahfud MD Sebut Karhutla 2020 Lebih Mudah Diantisipasi

CNN Indonesia | Sabtu, 07/12/2019 02:10 WIB
Mahfud MD Sebut Karhutla 2020 Lebih Mudah Diantisipasi menko Polhukam Mahfud MD menyebut tak ada iklim ekstrem di 2020. (CNN Indonesia/Feybien Ramayanti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD memprediksi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2020 lebih mudah diantisipasi karena tak ada iklim ekstrem.

"Tahun 2020 menurut BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika) Insyaallah tidak akan terjadi perubahan iklim yang ekstrem. Insyaallah [karhutla] lebih mudah diantisipasi," ujarnya di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Gatot Soebroto, Jakarta Pusat pada Jumat (6/12).

Hal tersebut dikatakannya seusai menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) terkait evaluasi penanganan karhutla tahun ini di KLHK.


Sebelumnya, berdasarkan data dan prakiraan BMKG, kondisi iklim 2020 akan netral hingga bulan Agustus. Diperkirakan tidak akan terjadi El-Nino yang kuat. Sementara, curah hujan cenderung dengan pola yang sama. Awal kemarau pun diperkirakan akan terjadi pada bulan April atau Mei.

Meski begitu, Mahfud menggarisbawahi sejumlah wilayah yang rawan karhutla. Misalnya, Aceh, Riau, dan Sumatera Barat.

Mahfud MD Sebut Karhutla 2020 Lebih Mudah DiantisipasiFoto: Screenshot via web BNPB
Kerawanan itu terkait dengan keberadaan area gambut, lokasi yang sulit dijangkau, keringnya air di kanal-kanal, kurangnya sarana, pembukaan lahan secara diam-diam, pembakaran sampah, pembuangan puntung rokok.

"Serta ruang terbuka yang membuka kemungkinan orang menjadikan lahan sebagai tempat untuk membakar," tutur Menkopolhukam.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan KLHK Raffles Brotestes Panjaitan mengatakan pemerintah daerah jadi kunci penanganan karhutla. Melalui Kesatuan Pengelola Hutan misalnya.

"Pemda kan punya KPH, nanti unit-unit yang mengelola hutan itu harus di-upgrade. Brigadir-brigadir harus ditrain kan sudah ada. Namun belum semua aktif itu," tuturnya

Ia juga menyebut masalah dana harus dimaksimalkan untuk mengantisipasi karhutla.

"Kemudian pendanaan, jadi daerah harus menyiapkan dana di samping dana desa dari APBD-nya," tambahnya.

[Gambas:Video CNN]
Diketahui, pemerintah menyebut iklim ekstrem membuat karhutla 2019 sulit dipadamkan. Aparat terkait pun sempat bergantung pada turunnya hujan terkait pemadaman karhutla di lahan gambut. Hingga November, kebakaran masih terjadi di sejumlah wilayah.

Terlepas dari itu, Mahfud mengklaim penanganan karhutla di Indonesia tahun ini masih lebih baik ketimbang negara-negara lain.

"Kami bersyukur [karhutla] tahun 2019 tertangani dengan baik, apalagi jika dibandingkan dengan negara-negara yang juga punya masalah dengan kebakaran hutan dan lahan. Indonesia terhitung yang paling aman, meskipun kita masih merasakan di sana-sini ada," tuturnya, tanpa merinci negara-negara yang jadi pembanding itu.

(fey/arh)