Depresi, Pria Bunuh Diri di Senen Disebut Lama Tak Minum Obat

CNN Indonesia | Jumat, 06/12/2019 19:29 WIB
Depresi, Pria Bunuh Diri di Senen Disebut Lama Tak Minum Obat Ilustrasi bunuh diri. (Istockphoto/aradaphotography).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polsek Metro Senen memeriksa empat orang saksi untuk mengusut kasus dugaan bunuh diri seorang pria bernama Adi Juniarso di underpass Senen, Jakarta Pusat. Diduga Adi mengalami depresi berdasarkan pemeriksaan terhadap pihak keluarga.

Kapolsek Senen Kompol Ewo Samono mengatakan keluarga korban yang sudah diperiksa, yakni kakak kandung dan sepupu Adi. Sementara dua saksi lainnya adalah orang yang berada di sekitar TKP.

"Dalam kasus ini sudah kita periksa empat saksi," kata Ewo dalam keterangannya, Jumat (6/12).


Dari keterangan saksi di lokasi, kata Ewo, mengaku tidak melihat ada orang lain yang mencoba mencelakakan atau mendorong korban sehingga terjatuh di underpass dan tewas.

Sementara dari keterangan pihak keluarga korban, diketahui bahwa yang bersangkutan menderita gangguan jiwa atau depresi mental sejak 2016. Korban diketahui juga pernah dirawat di rumah sakit jiwa.

"Seharusnya tiap bulan kontrol, tapi beberapa bulan ini tidak pernah kontrol dan tidak mengonsumsi obat penenang. Dugaan bahwa korban bunuh diri," tutur dia.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, seorang pria ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di underpass Senen arah Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (6/12). Dia diduga melompat bunuh diri.

Informasi penemuan jasad pria tersebut dibenarkan Kapolsek Senen Komisaris Ewo Samono.

"Benar [ditemukan seorang pria dalam keadaan meninggal]," kata Ewo kepada CNNIndonesia.com.

Informasi penemuan jasad itu juga diunggah oleh akun twitter @TMCPoldaMetro. Dalam unggahan itu dikatakan insiden tersebut sempat membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi padat.

"09.44 telah ditemukan seorang laki-laki meninggal dunia di underpass Senen arah Cempaka Putih masih dalam penyelidikan #Polri berimbas lalin padat," demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves https://www.instagram.com/saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis. (dis/osc)