Polisi Ciduk Pencuri 13 Kamera Pemantau Harimau Sumatera

CNN Indonesia | Jumat, 06/12/2019 20:12 WIB
Polisi Ciduk Pencuri 13 Kamera Pemantau Harimau Sumatera Kamera perangkap untuk memantau harimau pemakan ternak yang disita dari pelaku. (Dok. Farida Noris)
Medan, CNN Indonesia -- Komplotan pencuri yang menggondol 13 unit camera trap atau kamera perangkap milik Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara berhasil ditangkap polisi.

Kamera perangkap itu dipasang di perkebunan karet, Dusun Sipinsur, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, untuk memantau pergerakan Harimau Sumatera yang menerkam ternak warga beberapa waktu lalu.

"Kita mendapatkan laporan kehilangan 13 unit Kamera Trap pada Rabu (4/12) lalu. Polisi langsung melakukan penyelidikan kasus pencurian kamera trap itu. Pelakunya langsung diringkus," kata Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Alexander Piliang, Jumat (6/12).


Dia mengungkap ada dua pria yang diringkus. Rinciannya, Asmara Lase alias Dangdut (27) warga Desa Sianggunan, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan, ditetapkan sebagai tersangka pencurian; dan Fajar Saif Siregar (39), warga Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, berperan sebagai penadah.

"Dia beraksi bersama temannya yang masih kita kejar. Untuk si penadah, kita duga menyuruh pelaku melakukan pencurian. Polisi masih memburu satu pelaku lainnya bernama Firmansyah rekan dari Asmara Lase," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]
Setelah pelaku berhasil menggondol kamera tersebut, dia langsung menjualnya. Seluruh kamera hasil curian hanya dijual dengan harga Rp500 ribu.

Dari laman belanja online yang dihimpun, satu kamera perangkap dijual antara Rp5 juta-Rp7 juta. Kamera ini biasanya digunakan untuk komunitas tertentu.

"Kedua tersangka ditahan. Dari tangan mereka diamankan kamera trap hasil curian, uang Rp500 ribu (hasil penjualan), telepon genggam dan sepeda motor Yamaha N Max BB 3140 MX yang diduga digunakan tersangka saat beraksi. Untuk tersangka lainnya masih dalam pengejaran," kata Alexander.

(fnr/arh)