Saut Minta Kapolri Transparan Laporkan Kasus Novel ke Jokowi

CNN Indonesia | Minggu, 08/12/2019 17:29 WIB
Saut Minta Kapolri Transparan Laporkan Kasus Novel ke Jokowi Pimpinan KPK Saut Situmorang. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang meminta Kapolri Idham Aziz secara transparan membeberkan hasil penyelidikan kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK Novel Baswedan. Dia mengatakan publik akan memberikan penilaian negatif jika hal itu tidak dilakukan.

"Kalau itu dilakukan dengan tidak transparan tentu akan orang punya pandangan macam-macam dan itu yang kami tidak mau," ujar Saut di Jakarta, Minggu (8/12).

Saut menuturkan pihaknya belum mengetahui hasil penyelidikan terbaru yang dilakukan Kepolisian. Namun, dia mengaku telah menyampaikan kepada pihak Kepolisian untuk secara menyeluruh melaporkan hasil kerjanya agar semua pihak mengetahui apakah mengalami kemajuan atau jalan di tempat.

Lebih lanjut, Saut menyampaikan KPK akan menyampaikan ke publik hasil penyelidikan kasus penyiraman air keras ke wajah Novel meski Kepolisian nantinya lebih awal menyampaikan ke publik. Langkah itu diambil karena KPK juga menjadi bagian dari tim Kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut.


"Di kita ada tim yang mengikuti perkembangannya. Nanti tinggal apakah perlu diupdate orang-orangnya dan seterusnya," ujarnya.
Di sisi lain, Saut menyampaikan kinerja Kepolisian dalam mengungkap kasus Novel bisa mempengaruhi indeks persepsi korupsi Indonesia ke depan. Dia berkata Indonesia akan dipandang sebagai negara yang peduli dengan pemberantasan korupsi jika Kepolisian secara serius menangani hal itu.

"Kalau memang mau menaikkan persepsi korupsi harus masuk ke detil-detilnya, bagaimana kita mendalami kasus ini, kemudian dilaporkan kemajuannya. Sehingga, kita bisa lihat memang dari waktu ke waktu ada kemajuan dengan demikian menuju kepada ditemukannya pelaku," ujar Saut.


Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan akan memanggil Kapolri Jenderal Idham Azis untuk meminta terhadap penyidik KPK Novel Baswedan pada Senin (9/12),

"Nanti saya jawab setelah saya dapat laporan dari Kapolri. Senin akan saya undang Kapolri," kata Jokowi usai meresmikan Jalan Tol JORR II ruas Kunciran-Serpong di Gerbang Tol Parigi, Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (6/12).


Jokowi diketahui memberi tenggat waktu kepada Idham untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan sampai awal Desember 2019 ini.

Hari Antikorupsi Sedunia

Sementara Saut Situmorang berharap Presiden Joko Widodo hadir dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia yang akan diselenggarakan di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jakarta, Senin, (9/12). Saut mengaku ingin bersalaman dan berpelukan dengan Jokowi sebelum lengser dari KPK.

"Kami masih berharap (Jokowi) hadir. Apa Pak Jokowi atau Wakil Presiden hadir. Pak Jokowi lah yang hadir. Jadi bisa salaman kan untuk terakhir kali," ujar Saut di Jakarta, Minggu (8/12).

"Salam-salaman sama kami berlima, bila perlu peluk presidennya," ujarnya sambil tertawa.
[Gambas:Video CNN]
Saut menuturkan belum dapat memastikan kehadiran Jokowi dalam acara tahunan tersebut. Namun, dia kembali menyampaikan harapan agar Jokowi bisa hadir dalam acara itu.

Selain bertemu Jokowi, Saut juga ingin bertemu dengan seluruh pimpinan KPK yang baru. Meski berpolemik, dia berkata seluruh pimpinan KPK baru harus tetap menjabat untuk empat tahun mendatang.

"Saya ingin segera bertemu mereka. Mau apalagi? Mau ditolak? Tidak bisa. Itu sudah produk hukum. bisa dipidana malah," ujar Saut.
Dalam pertemuan dengan pimpinan baru, Saut berencana memberi tahu tantangan yang akan dihadapi mereka ketika menjabat. Dia ingin pimpinan KPK baru siap menghadapi situasi yang nanti akan disampaikannya.

"Jadi mereka sudah given, sudah ada, saya ingin ketemu mereka, ini loh medan perangnya. Anda mau jadi panglima perang tidak? Atau anda mau jadi penakut atau anda ingin jadi pemberani," ujarnya.

Lebih dari itu, Saut mengaku menaruh harapan baik terhadap pimpinan KPK yang baru. Saut meyakini ada orang yang lebih dari dirinya.

"Saya selalu mengatakan kenapa saya tidak mencalonkan kemarin, orang di belakang kita itu pasti lebih baik dari kita. Itu pasti," ujar Saut.
(jps/ugo)