Tagih Kasus Novel, Komnas HAM Akan Surati Kapolri Idham Aziz

CNN Indonesia | Senin, 09/12/2019 13:37 WIB
Kapolri Idham Aziz adalah ketua penuntasan kasus Novel Baswedan saat menjadi Kabareskrim. Hingga kini kasus teror air keras Novel belum juga selesai. Komnas HAM akan menyurati Kapolri terkait tak juga selesainya kasus Novel Baswedan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bakal menyurati Kapolri Jenderal Idham Aziz terkait penyelesaian kasus penyiraman air keras Novel Baswedan. Keluarga dan tim pengacara Novel sebelumnya telah mendatangi Komnas HAM untuk mengadukan pengungkapan kasus penyidik senior KPK itu yang tak kunjung rampung. 

"Kami akan menyurati lagi Kapolri Pak Idham Aziz yang kebetulan dulu juga ketua tim menyelesaikan masalah ini. Kami akan menagih janji dari Polri dan mengingatkan bapak presiden," ujar Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (9/12). 

Pihak kepolisian sebelumnya diberi tenggat oleh Presiden Joko Widodo untuk mengungkap kasus Novel sampai awal Desember 2019 ini. Namun hingga saat ini belum ada perkembangan terbaru yang disampaikan kepolisian. 


Ahmad mengatakan, Komnas HAM telah menyampaikan rekomendasi kepada Jokowi agar mengawasi kinerja tim bentukan Polri untuk mengungkap kasus Novel. 

"Kita akan segera menyurati karena tempo hari dari rekomendasi Komnas HAM juga ada agar presiden mengawasi tim dari Polri itu," katanya. 

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, dalam penanganan kasus tersebut, Jokowi pun sudah memberi tenggat waktu kepada polri dan tenggat waktu tersebut terus bertambah.

Jokowi pada Kapolri sebelumnya, Jenderal Tito Karnavian memberi tenggat waktu tiga bulan terhitung 19 Juli lalu. Kala itu, Jokowi meminta laporan Tito atas hasil kerja tim teknis yang bekerja usai tim pencari fakta (TPF) bentukan Kapolri memberikan laporan.

TPF yang terdiri atas para pakar di luar kepolisian tersebut dibentuk Tito setelah deras masyarakat sipil menuntut Jokowi membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen.

Sementara itu, Tim Teknis yang menindaklanjuti laporan TPF kemudian dipimpin Kepala Bareskrim yang kala itu dipegang Idham Azis.

Ketika Idham naik jabatan menjadi Kapolri, Jokowi memberi tenggat waktu baru yakni hingga awal Desember untuk memberikan laporan.

(psp/sur)