Menanti Terang Kasus Novel Jelang Pertemuan Jokowi-Kapolri

CNN Indonesia | Senin, 09/12/2019 12:47 WIB
Menanti Terang Kasus Novel Jelang Pertemuan Jokowi-Kapolri Pada Januari 2020 nanti, kasus penyiraman Novel Baswedan bakal terhitung seribu hari (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Kapolri Jenderal Idham Azis untuk membicarakan soal penuntasan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Jokowi meminta Idham untuk datang ke Istana Negara pada Senin sore (9/12).

"Sore nanti," kata Jokowi di sela-sela kegiatannya memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia ) di SMK 57, Jakarta, Senin (9/12).

Kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan bakal menyentuh waktu 1.000 hari pada Januari mendatang. Hingga kini, sejak 2017 lalu, belum terungkap siapa pelakunya.


Polri telah melakukan berbagai upaya untuk mengusut. Mulai dari membentuk tim gabungan yang terdiri dari masyarakat, profesional, dan anggota Polri, sampai Tim Teknis yang dipimpin oleh Bareskrim Polri yang ketika itu dipimpin oleh Idham Azis.

Perkembangan penanganan perkara pun beberapa kali diungkap ke publik, seperti sketsa terduga pelaku dan pelbagai temuan tim gabungan.

Tim Gabungan sendiri dibentuk atas rekomendasi hasil laporan Tim Pemantauan proses hukum penyiraman air keras Novel Baswedan oleh Komnas HAM. Tim gabungan bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian beranggotakan 65 orang, 52 di antaranya berasal dari Polri.

Kerja enam bulan tim gabungan dinilai gagal lantaran tak mengungkap nama pelaku penyiraman air keras. Dalam laporan investigasi penyelidikan penyiraman air keras sebanyak 2.500 halaman, tim menyimpulkan serangan tersebut berhubungan erat dengan pekerjaan Novel sebagai penyidik KPK.

Sejumlah kasus yang ditangani Novel dan diduga berkaitan dengan penyiraman air keras antara lain megakorupsi e-KTP, kasus suap sengketa Pilkada yang melibatkan eks Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, kasus suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang melibatkan eks Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi Abdurrachman,

Kemudian, kasus korupsi proyek Wisma Atlet, kasus suap perizinan yang melibatkan mantan Bupati Buol Amran Batalipu, serta satu kasus pidana umum yakni pencurian sarang burung walet di Bengkulu.

Tim gabungan memberikan rekomendasi kepada Kapolri agar segera membentuk tim teknis guna mendalami sejumlah kemungkinan motif penyiraman terhadap Novel. Termasuk mendalami enam kasus high profile yang pernah ditangani Novel, serta mencari tiga orang tak dikenal.

Tiga orang tersebut adalah, satu orang yang mendatangi kediaman Novel pada April 2017 dan dua orang yang ada di Masjid Al Ikhsan dekat kediaman Novel pada 10 April 2017.

"TPF (tim pencari fakta) rekomendasikan kepada Polri untuk mendalami fakta keberadaan satu orang tidak dikenal yang mendatangi kediaman korban pada tanggal 5 April 2017 dan dua orang tidak dikenal yang duduk di dekat masjid," ujar anggota tim gabungan Nur Kholis di Mabes Polri, Rabu (17/7) lalu.

Menindaklanjuti itu, Karopenmas Mabes Polri saat itu Brigjen Pol Dedy Prasetyo mengatakan enam kasus yang disebut di atas akan menjadi salah satu materi yang didalami oleh Tim Teknis.

Dalam surat perintah pembentukan oleh Kapolri saat itu, Tito karnavian, Tim Teknis diberi waktu kerja selama enam bulan. Namun, dipangkas oleh Jokowi menjadi hanya 3 bulan.

Tim teknis bekerja mulai Kamis (1/8) dengan fokus utama menganalisa analisa Tempat Kejadian Perkara (TKP), sesuai dengan teori pembuktian sebuah peristiwa pidana. Tim teknis juga akan mendalami serta menganalisa sketsa wajah terduga pelaku yang telah ada untuk mempertajam arah penyidikan.

Seiring waktu berjalan, terjadi perubahan posisi di institusi Polri. Kapolri Tito Karnavian menjadi Menteri Dalam Negeri. Idham Azis, yang sebelumnya Kabareskrim, diangkat menjadi Kapolri. Sementara Kabareskrim baru pengganti Idham adalah Listyo Sigit Purnomo.

Desember ini sudah memasuki waktu tiga bulan sebagaimana yang ditetapkan Jokowi terkait kerja Tim Teknis. Jokowi akan memanggil Kapolri Jenderal Idham Azis ke Istana pada hari ini.

"Saya sudah sampaikan ke Kapolri yang baru, saya beri waktu sampai awal Desember (2019). Saya sampaikan awal Desember," kata Jokowi ketika berdialog dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jum'at (1/11).

Belum ada jawaban resmi dari Polri terkait permintaan dari orang nomor satu Indonesia tersebut.

[Gambas:Video CNN] (ryn/bmw)