Anggota TNI Tusuk Polisi di Pamekasan Dipicu Masalah Pribadi

nrs & nrs, CNN Indonesia | Rabu, 11/12/2019 22:56 WIB
Anggota TNI Tusuk Polisi di Pamekasan Dipicu Masalah Pribadi Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/ Coldsnowstorm)
Madura, CNN Indonesia -- Anggota Polres Pamekasan Jawa Timur Bripka Imam Sutrisno menjadi korban penusukan oleh anggota TNI berinsial SZ pada Selasa (10/12) sekitar pukul 12.00 WIB. Kasus ini diduga dipicu persoalan pribadi.

"Saat ini sudah ada kejelasan bahwa yang melakukan ini diduga adalah seorang oknum TNI dengan inisial SZ," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Rabu (11/12).

Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari menuturkan kronologi kejadian. Insiden bermula saat SZ mendatangi Kepala Satreskrim Polres Pamekasan Iptu Andri Setya Putro.


SZ ingin menyampaikan persoalannya dengan anak buah Iptu Andri, bernama Bripka Imam. Tiba di Polres Pamekasan, SZbertemu petugas Satreskrim yang mengenal Bripka Imam. 

Petugas itu lantas menelepon Bripka Imam dan memediasi lewat sambungan telepon. Lewat perbincangan di telepon Bripka Imam dan SZ sepakat untuk bertemu di Pongkaran Perguruan Pencak Silat.

SZ bergegas ke tempat tersebut. Setelah Bripka Imam datang, mereka pun berdua serius membicarakan sesuatu persoalan.

Dalam perbincangan itu SZ tiba-tiba membacok bagian tubuh Bripka Imam dengan sebilah sangkur atau pisau komando. Bripka Imam berusaha menghindar dengan keluar dari rumah dan menuju rumah sakit. Sementara SZ langsung bergegas menuju Markas Kodim 0826 Pamekasan.

Bacokan oleh SZ membuat Bripka Imam mengalami luka pada bagian perut bawah sebelah kiri, dan pergelangan tangan kanan. Dia menjalani perawatan medis di RSUD Slamet Martodirdjo Pamekasan, namun kondisinya kritis sehingga dirujuk ke RS Bhayangkara Surabaya.

Djoko Lestari mengatakan peristiwa pembacokan terjadi bukan persoalan institusi Polri dan TNI, melainkan murni masalah pribadi.

[Gambas:Video CNN]
"Dari kronologis ini jelas, bahwa persoalan antara anggota TNI dengan Polri kemarin merupakan persoalan pribadi, bukan institusi," tutur AKBP Djoko.

Hal senada disampaikan Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Inf M Effendi. Menurutnya, kasus pembacokan tersebut merupakan persoalan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan institusi antara Kodim Pamekasan dengan Polres Pamekasan.

"Jadi, kasus ini murni merupakan kasus pribadi dan tidak ada kaitannya dengan institusi Polres Pamekasan atau pun Kodim Pamekasan," kata Dandim M Effendi.

Dia menegaskan akan memberi sanksi kepada anggotanya yang membacok anggota Reskrim tersebut, sesuai ketentuan undang-undang.

"Saat ini anggota TNI yang membacok anggota Reskrim telah dibawa ke Kodam untuk menjalani pemeriksaan," kata Dandim M Effendi dalam keterangan persnya di Makodim 0826 Pamekasan, Rabu (11/12). (wis/wis)