"Saat ini sudah ada kejelasan bahwa yang melakukan ini diduga adalah seorang oknum TNI dengan inisial SZ," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Rabu (11/12).
Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari menuturkan kronologi kejadian. Insiden bermula saat SZ mendatangi Kepala Satreskrim Polres Pamekasan Iptu Andri Setya Putro.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perbincangan itu SZ tiba-tiba membacok bagian tubuh Bripka Imam dengan sebilah sangkur atau pisau komando. Bripka Imam berusaha menghindar dengan keluar dari rumah dan menuju rumah sakit. Sementara SZ langsung bergegas menuju Markas Kodim 0826 Pamekasan.
Djoko Lestari mengatakan peristiwa pembacokan terjadi bukan persoalan institusi Polri dan TNI, melainkan murni masalah pribadi.
[Gambas:Video CNN]
"Dari kronologis ini jelas, bahwa persoalan antara anggota TNI dengan Polri kemarin merupakan persoalan pribadi, bukan institusi," tutur AKBP Djoko.
Lihat juga:Puluhan Warga Papua Ditangkap Jelang HUT OPM |
"Jadi, kasus ini murni merupakan kasus pribadi dan tidak ada kaitannya dengan institusi Polres Pamekasan atau pun Kodim Pamekasan," kata Dandim M Effendi.
Dia menegaskan akan memberi sanksi kepada anggotanya yang membacok anggota Reskrim tersebut, sesuai ketentuan undang-undang.
"Saat ini anggota TNI yang membacok anggota Reskrim telah dibawa ke Kodam untuk menjalani pemeriksaan," kata Dandim M Effendi dalam keterangan persnya di Makodim 0826 Pamekasan, Rabu (11/12). (wis/wis)