Muhadjir Usul Ujian Pengganti UN Diterapkan Tengah Tahun Ajar

CNN Indonesia | Jumat, 13/12/2019 04:45 WIB
Mantan Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy mengaku tak masalah dengan kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim menghapus UN per 2021 mendatang. Mantan Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy mengaku tak masalah dengan kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim menghapus UN per 2021 mendatang. (CNN Indonesia/ Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyarankan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim agar ujian pengganti ujian nasional (UN) diterapkan pada pertengahan tahun ajaran.

Muhadjir adalah Mendikbud periode pertama Presiden Joko Widodo. Dia beralasan ujian yang digelar di tengah tahun ajaran bisa jadi bahan evaluasi pendidik terhadap murid, sehingga tepat jika asesmen kompetensi sebagai pengganti UN dilaksanakan pertengahan jenjang pendidikan.

"Karena selama ini UN itu ketika dilaksanakan terakhir setelah diumumkan anak tidak bisa lagi di-treat sekolah. Kalau nanti dilaksanakan di tengah itu bagus buat perbaikan tidak hanya guru tapi kepada murid," kata Muhadjir di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (11/12).


Nadiem telah menyatakan bakal menghapus ujian nasional pada 2021.

Dia mengatakan UN akan diganti Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter. Namun Nadiem belum mengelaborasi lebih jauh soal itu.

Muhadjir mengaku tak masalah dengan kebijakan Nadiem menghapus Ujian Nasional per 2021.

Ujian Nasional, kata Muhadjir, sebenarnya telah berulang kali mengalami perubahan. Baik dari segi nama maupun pelaksanaan.

[Gambas:Video CNN]
Menurut dia yang terpenting adalah isi dan esensi yang akan diterapkan dalam setiap perubahan di Ujian Nasional ini.

"Yang penting isinya. Termasuk tentang formatif dan sumatif kan teoritik sekali. Enggak ada evaluasi itu yang formatif saja juga tidak ada evaluasi yang sumatif saja. Mesti punya fungsi formatif dan sumatif," kata dia.

Dia mengungkapkan wacana penghapusan UN juga sudah pernah dibahas kala dirinya menjadi Menteri Pendidikan menggantikan Anies Baswedan. (tst/wis)