Prabowo Temui Mahfud Bahas Kontrak Alutsista Asing yang Mahal

CNN Indonesia | Jumat, 13/12/2019 17:55 WIB
Prabowo Temui Mahfud Bahas Kontrak Alutsista Asing yang Mahal Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menghadap Menko Polhukam Mahfud MD di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat (13/12). Prabowo mengaku meminta petunjuk menyelesaikan sejumlah persoalan di bidang pertahanan.

"Ada beberapa masalah saya telah melaporkan," ujar Prabowo usai bertemu Mahfud.

Prabowo membeberkan, salah satu masalah yang sempat dibahas yakni mengenai beberapa kontrak lama dengan sejumlah negara. Prabowo menyiapkan kajian mengenai kontrak alutsista dengan sejumlah negara.


Dia berkata Presiden Joko Widodo merasa ada sejumlah kontrak kerjasama alutsista yang perlu ditinjau kembali karena terlalu mahal. Dia mengaku diperintah Jokowi untuk menegosiasikan ulang kontrak tersebut.
"Kami, perintah Pak Presiden masalah alutsista dianggap terlalu mahal, sedang ditinjau kembali. Kami sudah review dan kaji," ujarnya.

"Kami diperintah nego kembali oleh presiden, dan kita akan laksanakan," ujar Prabowo.

Selain masalah alutsista, Prabowo mengaku juga sempat membahas soal tiga warga negara Indonesia yang disandera oleh kelompok teroris Abu Sayyaf di Filipina. Namun, dia enggan menjelaskan langkah yang akan diambil oleh pemerintah mengenai hal tersebut.
[Gambas:Video CNN]

Selain itu, Prabowo mengaku bakal mengundang Mahfud gantian bertandang ke Kantor Kemnhan dalam waktu dekat. Undangan tersebut disampaikan Prabowo untuk mendengar pemaparan mengenai persoalan di bidang pertahanan.

Prabowo sebelumnya berulang kali memberikan fokus pada pencegahan kebocoran dalam belanja pertahanan. Prabowo dalam sejumlah kesempatan mengaku bakal menindak praktik koruptif yang berujung pada kebocoran anggaran.

"Menteri Pertahanan Prabowo memperingatkan semua pihak untuk tidak terlibat dalam praktik rente di sektor pertahanan, tidak boleh ada kebocoran di belanja alutsista dan hak-hak kesejahteraan prajurit TNI," kata Dahnil beberapa waktu lalu.

Catatan Redaksi: Berita ini mengalami perubahan judul pada Jumat (13/12) pukul 18.34 WIB. (jps/ain)