Orator dari atas mobil komando lantas membandingkannya dengan kasus dugaan penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden. Menurutnya polisi dipastikan akan langsung menangkap orang yang diduga menghina presiden tersebut.
"Sekarang banyak penghina agama berkeliaran, kalau menghina presiden ditangkap. Sukmawati dibiarkan. Saya nasihati, yang menistakan agama bahwa kalian yang membekingi penista agama untuk takut kepada Allah," kata sang orator.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setuju," timpal massa aksi.
Tak berhenti di sini, orator menyebut penegakan hukum di rezim pemerintahan Jokowi saat ini lebih parah ketimbang saat zaman orde baru.
[Gambas:Video CNN]
Orator bercerita bahwa saat masa orde baru, seniman Arswendo Atmowiloto yang pernah menghina Nabi Muhammad kala itu langsung diproses secara hukum.
"Tapi sekarang lebih parah, nabi kita dihina terang-terangan. Betul. Kalau presiden dilecehkan cepat nangkep, kalau agama kami, rasul kami dihina engkau diam seribu bahasa," kata orator tersebut.
Para orator kemudian menyatakan bahwa massa yang hadir dalam aksi tersebut sudah berniat mati sahid. Mereka menilai tak takut dengan ancaman senjata tajam dari aparat keamanan sampai tuntutan mereka dikabulkan.
"Apabila aksi ini kita pulang dalam kendaraan bermotor kita mati dalam perjalanan pulang maka kita dikatakan mati sahid saudara. Siap mati sahid ? siap," teriak massa. (rzr/osc)