Tak Mau Salah Pilih, Jokowi Takut Dewas KPK Di-Bully

CNN Indonesia | Jumat, 13/12/2019 19:46 WIB
Tak Mau Salah Pilih, Jokowi Takut Dewas KPK Di-Bully Presiden Joko Widodo (Jokowi). (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tak ingin salah memilih anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK). Ia khawatir nantinya masyarakat tak puas, sampai mem-bully para anggota Dewan Pengawas KPK.

"Jangan sampai kami keliru, kemudian masyarakat ada yang tidak puas, kemudian malah di-bully. Kasihan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/12).

Jokowi menyatakan proses seleksi calon anggota Dewan Pengawas KPK belum selesai karena masih proses finalisasi. Selain itu, kata Jokowi, pihaknya juga melihat satu per satu latar belakang dan integritas nama-nama yang terjaring.


"Sama melihat satu per satu track record-nya seperti apa, integritas semua," ujarnya.
Sebelumnya, Jokowi mengatakan anggota Dewan Pengawas KPK setidaknya memiliki pengalaman bidang hukum pidana hingga audit keuangan.

Selain itu, kata Jokowi, anggota dewan pengawas lembaga antikorupsi itu harus memiliki rekam jejak dan integritas yang baik.

"Ini masih proses berjalan. Kami masih anu (menyeleksi), kan masih tanggal 20 (Desember)-an kan [pimpinan KPK 2019-2023 dilantik]," ujarnya.

Keberadaan Dewan Pengawas KPK diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK. Sejak KPK terbentuk, baru kali ini akan ada Dewan Pengawas dalam tubuh KPK.

Anggota dewan pengawas periode pertama dipilih langsung oleh Jokowi. Dewan pengawas menggantikan posisi penasihat KPK.
[Gambas:Video CNN]
Badan baru ini memiliki sejumlah tugas dan fungsi yang signifikan dalam penindakan korupsi. Misalnya, memegang kewenangan memberikan izin penyadapan, penyitaan, dan penggeledahan.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD mengklaim tidak memberikan masukan kepada Presiden Joko Widodo mengenai calon Dewas KPK. Dia mengatakan Dewas KPK pilihan Jokowi akan membuat masyarakat terkejut.

"Presiden sudah lebih tahu kriterianya, tapi nanti akan jadi kejutan bahwa dewas-nya baik-baik," ujar Mahfud di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (10/12).

Mahfud enggan membeberkan siapa sosok Dewas KPK yang dipilih oleh Jokowi. Dia hanya menyampaikan banyak orang yang masuk dalam bursa Dewas KPK hingga akhirnya dipilih oleh Jokowi. (fra/ain)