Salah Formasi, 9.311 CPNS DKI Gagal Seleksi Administrasi

CNN Indonesia | Senin, 16/12/2019 20:04 WIB
Para pelamar CPNS DKI masih diperbolehkan mengajukan protes di masa sanggah. DKI membuka masa sanggah hingga satu pekan ke depan. Ilustrasil. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengumumkan daftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) DKI Jakarta yang lolos tes administrasi. Dari catatan Badan Kepegawaian DKI Jakarta, ada sekitar 41.217 pelamar yang memenuhi syarat administrasi dari total 50.528 pelamar.

"Artinya yang tidak memenuhi verifikasi ada sekitar 9.311 pelamar dari total 50.528 pelamar," kata Chaidir di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/12).

"Sebenarnya sudah dikasih tahu kalau memang enggak ada formasinya ya jangan ngelamar. Kebanyakan salah kamar sih memang," lanjut dia.


Chaidir menjelaskan banyak CPNS yang tidak memenuhi syarat karena salah melamar jurusan. Para pelamar tidak memperhatikan detail persyaratan yang diminta oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Misalnya jurusan hukum, tapi dia masukkan lamaran, padahal dia jurusan administrasi. Itu yang jadi tidak lulus," jelas Chaidir.

"Terus ada soal registrasi, misalnya dia bidang dan syarat surat STR (Surat Tanda Register), dia tidak lampirkan," lanjut Chaidir.

Meski pengumuman sudah dikeluarkan, Chaidir mengatakan tahun ini pelamar diperbolehkan mengajukan permohonan di masa sanggah. DKI sudah membuka masa sanggah hingga satu pekan ke depan.
"Sudah dibuka sampai 7 hari ke depan. Kalau mau nyanggah, silakan, kalau kurang ini. Nanti kita sampaikan ke panselnas, BKN, baru nanti kita lihat kalau terbukti posisi pelamar yang benar akan ada pengumuman lebih lanjut," jelas Chaidir.

Secara umum ada tiga formasi yang paling banyak DKI butuhkan yakni tenaga pengajar, tenaga kesehatan dan tenaga administrasi atau teknik. Adapun komposisi yang paling banyak ialah posisi guru.

"Hampir 2000-an (formasi). Tahun lalu juga tidak jauh beda tahun ini kita butuh 3.958 formasi," kata dia.
Setelah seleksi administrasi, tahapan selanjutnya adalah seleksi kemampuan dasar (SKD) yang dilaksanakan sekira Februari dan Maret. Akan ada tiga titik lokasi pelaksanaan ujian untuk menampung 41.000 pelamar.

"Kita ambil 3 lokasi (ujian). Satu wilayah Jakarta Barat, satu Jakarta timur, satu Jakarta selatan. Di kantor wali kotanya," beber dia.

[Gambas:Video CNN]

Setelah dari SKD, pelamar yang lolos masih akan mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Ditegaskan Chaidir Pemprov DKI tidak akan melaksanakan seleksi sistem wawancara.

"Untuk di pemerintahan daerah, tidak di DKI saja, tidak boleh melakukan tes kompetensi bidang ditambah dengan wawancara. Itu hanya boleh di lembaga kementerian," tutup dia. (ctr/wis)