Rasdian menyebutkan, delapan anggotanya mengalami luka yang beragam. Mulai dari luka di bagian kepala, retak di bagian dada hingga cedera bagian tangan.
"Tadi pagi, delapan anggota kita telah diperiksa ke rumah sakit umum karena ada yang keluhan tulang tangan kanan bergeser, retak di dada dan luka di kepala," kata Rasdian saat dihubungi, Selasa (17/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sejauh yang saya tahu karena saya di situ langsung turun memimpin, saya tahu mengendalikan anggota saya. Saat anggota kita dipukuli kita juga diam. Tetap dalam posisi bertahan," ujarnya.
"Kita mundur karena sudah terkena pelemparan batu, itu pun sudah kena beberapa orang. Setelah konsolidasi dengan pihak kepolisian, kelompok itu sudah diperingatkan untuk mundur," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Kericuhan di Tamansari terjadi Kamis 12 Desember 2019. Petugas gabungan Satpol PP Kota Bandung, Polrestabes Bandung, dan Kodim 0618/BS menertibkan bangunan-bangunan di kawasan Tamansari yang ditinggali sekitar 176 keluarga. Penggusuran dilakukan karena akan dibangun rumah deret. Namun, penggusuran berakhir ricuh.
Warga dan kelompok masyarakat yang berempati pada korban penggusuran melakukan perlawanan ketika alat berat backhoe menghancurkan sisa bangunan. Terjadi pula saling lempar batu antara petugas Satpol PP dan warga yang digusur. Dalam insiden tersebut jatuh korban luka baik dari warga maupun aparat.