Diketahui, Sumut terpapar penyakit kolera babi (hog cholera) dan demam babi Afrika (african swine fever/ASF).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bantu rakyat, bagi babi-babi yang mati kita siapkan alat berat eskavator untuk menguburkan sehingga tidak dibuang di sembarang tempat," jelasnya.
Menurut Edy, Pemprov Sumut memang sudah terjangkit ASF. Namun, virus tersebut hanya menular pada babi, bukan ke manusia.
"Memang sudah dinyatakan dia hog cholera termasuk ASF. Tapi itu terjangkit masih kepada ususnya babi, belum terjangkit kepada binatang-binatang lain, termasuk ke manusia," ungkapnya.
Tindakan yang akan diambil untuk menangani wabah tersebut, katanya, pun masih dengan menggunakan vaksin-vaksin agar virus tidak meluas ke daerah lain.
Lihat juga:22.985 Babi Mati di Sumut Akibat Kolera |
Seperti diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) mengakui penyakit ASF telah masuk ke Indonesia, khususnya di Sumut. Keterangan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 820/KPTS/PK.320/M/12/2019 tentang Pernyataan Wabah Penyakit Demam Babi Afrika (African Swine Fever) pada beberapa kabupaten/kota di Provinsi Sumut.
(fnr/arh)