Saefullah berkata ada dua jenis tanda tangan yang diakui, yakni tanda tangan basah dan tanda tangan cetak. Dalam kasus penghargaan kepada Colosseum, tanda tangan yang dibubuhkan di sertifikat penghargaan adalah tanda tangan cetak Anies.
"Nih, ini pulpen ya tanda tangan nih, ini basah," ujar Saefullah sambil menulis di secarik kertas, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/12)..
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanda tangan Anies di sertifikat penghargaan untuk Colosseum jadi sorotan publik. Sebab, penghargaan itu mendapat protes dari sejumlah ormas Islam.
Anies sendiri mengakui ada tanda tangan cetak dirinya pada sertifikat penghargaan Colosseum. Menurut Anies, tanda tangannya yang dicetak di sertifikat itu sama dengan tanda tangan cetak yang banyak dipergunakan rektor bagi wisudawan.
"Kalau Anda wisuda, rektor kan tanda tangan cetak. Kalau SIM kan cetak. Jadi bukan pemalsuan," kata Anies seperti dalam rekaman yang diterima CNNIndonesia.com.
Anies membantah bahwa tanda tangan cetak tersebut palsu. Namun Anies menuturkan ada dugaan kelalaian dalam kasus pemberian penghargaan tersebut.
"Cuma itu tanda tangan yang dilakukan secara banyak untuk penghargaan. Dan sekarang lagi diperiksa. Nanti kita lihat dimana ," ujar Anies.
Kata Anies, rekomendasi itu sudah diterima sejak Oktober atau jauh sebelum penghargaan diberikan.
[Gambas:Video CNN]
"Kelakuan mereka sudah jelas ada surat bulan Oktober, kok masih diproses jadi kandidat dapat penghargaan. Harusnya diproses laporan. Ini malah dikasih penghargaan," ungkap dia.
"Itu fatal. Bagaimana sebuah tempat ada laporan bulan Oktober, bulan Desember dikasih penghargaan. Itu fatal. Maka diperiksa semuanya," tutup dia. (ctr/wis)