Aksi Teatrikal Tolak Firli Cs, Dukun Usir Roh Jahat di KPK

CNN Indonesia | Jumat, 20/12/2019 13:06 WIB
Aksi teatrikal menolak pimpinan KPK pimpinan Firli Bahuri digelar dengan mendatangkan dua dukun seolah sedang mengusir roh jahat. Aktivis ICW menggelar aksi teatrikal menolak pimpinan KPK terpilih, Jumat (20/12). (CNN Indonesia/ Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia Corruption Watch (ICW) melakukan aksi teatrikal menolak pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 yang akan dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (20/12). Aksi penolakan digambarkan dengan keberadaan dua dukun yang tengah mengusir roh jahat.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan roh jahat itu ibarat pimpinan KPK yang tersandung masalah di masa lalu. Salah satunya Ketua KPK terpilih Firli Bahuri yang diketahui pernah tersangkut masalah etik saat menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK.


"Jadi kita ibaratkan orang-orang yang punya persoalan ini sebagai roh jahat sehingga harus diusir dari KPK," ujar Kurnia di depan Gedung KPK, Jakarta.


Kurnia pesimis dengan lima pimpinan baru KPK yang akan dilantik. Menurutnya, sejumlah pimpinan KPK terpilih itu tak punya visi pemberantasan korupsi untuk membawa KPK ke arah yang lebih baik.

Ia memastikan ICW akan lebih ketat mengawasi kinerja pimpinan terpilih selama empat tahun ke depan. Terlebih, kata dia, masih ada 12 perkara besar yang harus dituntaskan termasuk perkara korupsi BLBI.

ICW Lakukan Aksi Teatrikal Tolak Firli CsKetua KPK terpilih periode 2019-2023 Firli Bahuri mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (20/12). (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
"Bagaimana mungkin kita masyarakat bisa percaya lima orang ini bisa bawa KPK lebih baik. Pasti kita akan ketat mengawasi kinerja mereka sembari mengupayakan proses hukum di MK," katanya.


Selain pimpinan, Kurnia juga mengkritik keberadaan dewan pengawas KPK yang juga akan dilantik siang ini. Menurutnya, siapa pun yang ditunjuk sebagai Dewas tak akan mengubah substansi UU KPK baru yang justru melemahkan lembaga rasuah itu.

"Dari awal kita sudah menolak keseluruhan konsep Dewas. Jadi siapa pun yang ditunjuk tidak mengurangi penilaian kita bahwa presiden tidak memahami konsep menguatkan KPK," tutur Kurnia.

Presiden Joko Widodo bakal melantik pimpinan KPK 2019-2023 di Istana Negara, Jakarta. Pimpinan KPK terpilih yang akan dilantik yakni Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron, dan Nawawi Pomolango.

Usai dilantik, pimpinan KPK baru akan melakukan serah terima jabatan dengan lima pimpinan KPK lama.

Selain melantik pimpinan, Jokowi juga akan langsung melantik dewan pengawas KPK. Mantan hakim agung Artidjo Alkostar dan hakim Pengadilan Tinggi Kupang Albertina Ho disebut masuk dalam bursa dewan pengawas.


[Gambas:Video CNN] (psp/pmg)