"Saya lihat tidak maksudnya menyalahkan ke era siapapun, tapi dapat laporan dalam kurun waktu yang cukup lama. Jadi sebenarnya yang ingin disampaikan sudah cukup lama," kata Effendi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (20/12).
Dia menerangkan bahwa masalah yang terjadi di Jiwasraya lahir dari kelalaian pemerintah mengontrol manajemen perusahaan pelat merah tersebut. Menurutnya, kelalaian itu mengakibatkan Jiwasraya menghadapi masalah fatal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Termasuk di era Jokowi sendiri, jadi yang utama sekarang pemerintah harus ikut beri perhatian menangani, sehingga masalah Jiwasraya bisa diselesaikan," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Jokowi mengatakan kasus asuransi Jiwasraya ini terjadi sejak 10 tahun lalu. Ia menyebut kasus ini merupakan masalah yang berat. Namun, ia meyakini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Keuangan mampu mengatasinya.
"Ini persoalan yang sudah lama sekali 10 tahun yang lalu, problem ini yang dalam tiga tahun ini kita sudah tahu dan ingin menyelesaikan masalah ini," kata Jokowi di Balikpapan, kemarin.
"Kepada tuan, persoalan bangsa ini memang selalu ada, untuk itu butuh pemimpin yang bisa menyelesaikan bukan hanya 'ingin' dan 'menyalahkan sejarah'," cuit Hinca, dalam akun Twitter pribadinya @hincapandjaitan, Kamis (19/12).
Lebih lanjut, Hinca berharap untuk semua pihak tak menyalahkan dalam kasus Jiwasraya. Sebab, nantinya hanya menghabiskan tenaga bila saling menyalahkan dalam persoalan tersebut. (mts/osc)