PDIP soal Jiwasraya: Jokowi Tak Maksud Salahkan Siapapun

CNN Indonesia | Jumat, 20/12/2019 14:16 WIB
PDIP soal Jiwasraya: Jokowi Tak Maksud Salahkan Siapapun Politikus PDI Perjuangan, Effendi Simbolon. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus PDI Perjuangan Effendi Simbolon menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo tidak bermaksud menyalahkan siapapun dalam pernyataannya soal kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), termasuk menyalahkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, kasus yang menerpa Jiwasraya memang sudah lama terjadi.

"Saya lihat tidak maksudnya menyalahkan ke era siapapun, tapi dapat laporan dalam kurun waktu yang cukup lama. Jadi sebenarnya yang ingin disampaikan sudah cukup lama," kata Effendi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (20/12).

Dia menerangkan bahwa masalah yang terjadi di Jiwasraya lahir dari kelalaian pemerintah mengontrol manajemen perusahaan pelat merah tersebut. Menurutnya, kelalaian itu mengakibatkan Jiwasraya menghadapi masalah fatal.


"Ini masalah dari sisi manajemen yang kontrol dari pemerintah selama ini lalai, sehingga terjadi kejadian yang sangat fatal," kata Effendi.

Bahkan, lanjutnya, kelalaian itu masih terjadi di era pemerintahan Jokowi.

Berangkat dari itu, Effendi berharap seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian yang lebih sehingga persoalan Jiwasraya bisa segera diselesaikan.

"Termasuk di era Jokowi sendiri, jadi yang utama sekarang pemerintah harus ikut beri perhatian menangani, sehingga masalah Jiwasraya bisa diselesaikan," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Jokowi mengatakan kasus asuransi Jiwasraya ini terjadi sejak 10 tahun lalu. Ia menyebut kasus ini merupakan masalah yang berat. Namun, ia meyakini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Keuangan mampu mengatasinya.

"Ini persoalan yang sudah lama sekali 10 tahun yang lalu, problem ini yang dalam tiga tahun ini kita sudah tahu dan ingin menyelesaikan masalah ini," kata Jokowi di Balikpapan, kemarin.

Menyikapi, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan meminta agar Jokowi tak menyalahkan sejarah dengan menyalahkan pemerintah sebelumnya terkait kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

"Kepada tuan, persoalan bangsa ini memang selalu ada, untuk itu butuh pemimpin yang bisa menyelesaikan bukan hanya 'ingin' dan 'menyalahkan sejarah'," cuit Hinca, dalam akun Twitter pribadinya @hincapandjaitan, Kamis (19/12).

Lebih lanjut, Hinca berharap untuk semua pihak tak menyalahkan dalam kasus Jiwasraya. Sebab, nantinya hanya menghabiskan tenaga bila saling menyalahkan dalam persoalan tersebut. (mts/osc)