Jokowi dan Cerita Mobil Menteri Dekat Jurang Ibu Kota Baru

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Jumat, 20/12/2019 22:44 WIB
Jokowi dan Cerita Mobil Menteri Dekat Jurang Ibu Kota Baru Presiden Jokowi. (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga jam berkendara dari Gerbang Samboja, seksi kedua Tol Balikpapan-Samarinda, Presiden Joko Widodo tiba di kawasan Hutan Tanaman Industri PT ITCI Hutani Manunggal. Kawasan itu terletak di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Jalan berliku, berbatu, terjal, dan licin akibat guyuran hujan menyambut Jokowi pada hari itu Beruntung, mobil Sport Utility Vehicle Toyota Land Cruiser yang ditumpanginya mampu menerobos kawasan yang bertahun-tahun dipegang oleh taipan Sukanto Tanoto.

"Ternyata infrastruktur dasar jalan, meskipun baru (hasil) pengerasan (jalan), itu sudah ada," ucapnya kepada para pewarta Istana Kepresidenan yang turut diboyong dalam perjalanan itu.


Tentu bukan tanpa alasan bagi Jokowi untuk menjejakkan kaki di lahan seluas 56 ribu hektare (ha) itu. Sebab, ini merupakan kunjungan perdana usai memutus lokasi itu sebagai ibu kota negara baru menggantikan DKI Jakarta, setidaknya mulai 2024 nanti.


Sambil ditemani Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, ia menyusuri kawasan hingga mencapai puncak tertinggi, Bukit Soedarmono. Tak ketinggalan, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri BUMN Erick Thohir ikut mengekor.

Terlihat pula tiga menteri yang berurusan langsung dengan rencana pemindahan ibu kota, yakni Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri LHK Siti Nurbaya turut hadir.

Sayangnya, pemandangan dari puncak tertinggi hanya bisa dinikmati oleh Jokowi, para menteri, dan beberapa pewarta saja. Pasalnya, medan yang sulit mau tidak mau membuat banyak pewarta tertahan di bawah puncak.

Beberapa mobil Toyota HiAce yang membawa rombongan Istana Kepresidenan tak mampu menaklukkan jalur terjal nan licin itu. Bahkan, ban mobil yang mengangkut para menteri sempat terselip sehingga berjalan mundur dan hampir menyentuh ujung jalan yang bersebelahan dengan jurang.


Para pembantu presiden pun mau tidak mau langsung turun dari mobil tersebut dan bergantung mobil. Mereka kemudian menumpangi beberapa mobil sport yang sudah tersedia untuk menaklukkan medan sampai mendekati bibir puncak.

"Kami langsung turun ganti mobil," tutur Fadjroel.

"Keren ya pemandangannya," kata Pramono.

"Tapi ini pengalaman yang seru," timpal Erick.

[Gambas:Video CNN]

Khayalan Jokowi

Jokowi pun membayangkan kawasan ibu kota baru. Dia membayangkan pepohonan hijau yang menghasilkan udara segar, tak ada polusi, dan tak ada limbah, gambaran yang jauh berbanding terbalik dengan kondisi ibu kota saat ini.

"Nanti banyak orang berjalan kaki, naik sepeda, naik transportasi umum, bebas emisi, yang ada mobil-mobil listrik yang sudah zero emission, saya kira bayangannya itu," ungkapnya.


Bahkan, ia mengaku optimis bila bukit dan jurang di kawasan itu mampu disulap menjadi klaster-klaster. Mulai dari klaster pemerintahan, pendidikan, riset, dan inovasi, pusat keuangan dan bisnis, serta klaster lainnya.

"Klaster pemerintahan kira-kira tadi di sana, tempat paling tinggi, kemudian istana juga di sekitar itu, kementerian juga di sekitar tadi kita berhenti," ungkapnya.

Khusus klaster pendidikan, riset, dan inovasi, khayalan Jokowi tak tanggung-tanggung, ia ingin serupa dengan Silicon Valley di San Francisco, Amerika Serikat. Itu merupakan kawasan tempat berkumpulnya para perusahaan teknologi kelas dunia, seperti Apple, Google, Intel, Yahoo!, dan lainnya.

Baginya, semua bayangan itu mungkin terwujud bila masa konstruksi tahap awal setidaknya dilakukan pada akhir 2020. Ketika itu, pembebasan lahan sudah sepenuhnya rampung, sehingga jalan dan gedung-gedung utama pemerintah bisa langsung dibangun.

"Yang jelas, lokasinya sangat mendukung sekali untuk sebuah kota yang smart city, compact city, dan green city," imbuhnya.

Pembangunan itu setidaknya akan memakan waktu dua sampai tiga tahun. Setelah itu, pemerintah turut membangun transportasi umum, jaringan air baku, dan listrik.


Walaupun demikian, pemerintah belum juga mengantongi aturan yang memperbolehkan untuk membangun kawasan ibu kota baru, yaitu sebuah undang-undang baru.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengatakan rancangan undang-undang (RUU) sejatinya tengah dipersiapkan, namun memang belum disodorkan ke DPR. Targetnya baru sekitar Januari 2020 draf itu akan diajukan dan diharapkan bisa lolos menjadi undang-undang. (asa)