Mahfud Tak Jawab Lugas soal Respons Polemik Beli Sukhoi

CNN Indonesia | Sabtu, 21/12/2019 04:06 WIB
Mahfud Tak Jawab Lugas soal Respons Polemik Beli Sukhoi Menko Polhukam Mahfud MD. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menko Polhukam Mahfud MD enggan berkomentar soal materi pembahasan adanya ancaman dari sejumlah negara karena Indonesia membeli pesawat jet tempur Sukhoi Su-35. Sikap bungkam Mahfud tersebut terjadi usai bertemu dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva, Jumat (20/12).

Mahfud mengatakan hanya membahas soal soal kerja sama alat utama sistem pertahanan secara umum saat berbincang dengan Lyudmila di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta.

"Ya masalah kerja sama di bidang alutsista disinggung juga, tapi kami tidak mengambil keputusan karena nanti berkait dengan banyak hal," ujar Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (20/19).


Sama halnya dengan Mahfud, Lyudmila juga bungkam mengenai polemik pembelian Sukhoi Su-53. Dia terlihat langsung masuk ke dalam mobilnya usai sekitar satu jam bertemu dengan Mahfud.

Meski bungkam soal Sukhoi, Mahfud membeberkan kedatangan Lyudmila ke Kemenko Polhukam adalah dalam rangka kunjungan kehormatan. Selain bicara alutsista, dia mengaku berdiskusi tentang kerja sama yang bisa dilakukan Indonesia dengan Rusia.

Dia menyebut Indonesia dengan Rusia memilki banyak kerja sama sejak dahulu, misalnya di bidang pertahanan kawasan hingga sosial. Lebih lanjut, mantan Ketua MK itu juga mengaku sempat membahas perihal kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Indonesia dalam rangka 70 tahun kerja sama diplomatik Indonesia-Rusia.

"Presiden Putin ingin merayakannya di Indonesia. Cuma semula dijadwalkan itu Februari, tetapi akan menjadi dalam paruh pertama tahun 2020. Jadi sebelum lewat tahun InsyaAllah," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, Mahfud berkata bakal berkunjung ke Rusia bertemu dengan Ketua Dewan Keamanan Federasi Rusia. Seperti Menko Polhukam, dia menyebut Ketua Dewan Keamanan Federasi Rusia membawahi menteri yang menjabat di bidang kemanan dan pertahanan.

"Itu sudah pertemuan rutin setiap tahun. Nanti juga akan dijadwalkan," ujar Mahfud.

Mahfud juga mengaku telah meminta pemerintah Rusia untuk menambah beasiswa bagi pelajar Indonesia agar bisa sekolah atau kuliah di Rusia. Dia menyebut Lyudmila menyampaikan pemerintah Rusia mempertimbangkan bakal memberikan seribu beasiswa bagi warga Indonesia.

"Mulai tahun depan dipertimbangkan akan dapat seribu pelajar Indonesia yang mau belajar ke perguruan tinggi di sana dan ke berbagai level. Di sana perguruan tingginya itu masuk kelas dunia," ujarnya. (jps/ain)